Awan Panas Guguran Merapi Meluncur 2 Kilometer Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Alur Sungai
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Jumat (12/6/2026) pagi. BPPTKG mengimbau masyarakat menjauhi alur sungai berhulu Merapi dan mewaspadai potensi guguran lava serta awan panas selama status masih Level III Siaga.--dok. BPPTKG
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gunung Merapi kembali mengalami awan panas guguran pada Jumat (12/6/2026) pagi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas tersebut meluncur sejauh 2 kilometer ke arah barat daya atau hulu Kali Sat dan Kali Putih.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana dan tetap mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan selama status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.
Berdasarkan laporan BPPTKG, awan panas guguran terjadi pada pukul 06.16 WIB dengan amplitudo maksimum 57,72 milimeter dan durasi 118,73 detik.
"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada pukul 06.16 WIB dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter mengarah ke barat daya atau hulu Kali Sat dan Kali Putih," ujar Agus Budi Santoso dalam keterangannya.
BACA JUGA : Gunung Merapi Kembali Aktif, 141 Guguran dan 1 Awan Panas Tercatat dalam Sehari
BACA JUGA : BPPTKG Catat Awan Panas Guguran Merapi Berdurasi 136 Detik dan 17 Kali Guguran Lava
BPPTKG meminta masyarakat menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi karena potensi guguran lava dan awan panas masih cukup tinggi. Selain awan panas guguran, selama periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB aktivitas Merapi juga masih didominasi oleh guguran lava.
BPPTKG mencatat terjadi 49 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-40 milimeter dan durasi 24,89 hingga 193,83 detik. Selain itu, terekam 31 gempa hybrid atau fase banyak serta satu gempa vulkanik dangkal. Secara visual, puncak Merapi tertutup kabut dengan cuaca berawan. Sementara asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan.
"Teramati 10 kali guguran lava ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter," kata Agus.
BPPTKG menegaskan potensi bahaya saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan hingga barat daya. Kawasan yang perlu diwaspadai meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
BACA JUGA : Sambi Ledok Ecopark Pakem Sleman, Tempat Healing Keluarga dengan Nuansa Alam Lereng Merapi
BACA JUGA : Meski Merapi Siaga, Wisata Alam TNGM Tetap Ramai Dikunjungi Ribuan Wisatawan
Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya berada di Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.
BPPTKG juga mengingatkan bahwa suplai magma ke Gunung Merapi masih berlangsung sehingga berpotensi memicu awan panas guguran sewaktu-waktu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: