Normalisasi Sungai Winongo Dimulai, Targetkan Bebas Banjir dan Lebih Bersih

Jumat 24-04-2026,11:41 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Upaya penataan lingkungan di kawasan Kota Yogyakarta dimulai dengan normalisasi Sungai Winongo melalui kegiatan kerja bakti bersama di Bendung Tanjung, Patangpuluhan, Wirobrajan, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini ditandai dengan penerjunan alat berat, penanaman pohon, serta penyebaran benih ikan sebagai bagian dari pemulihan ekosistem sungai.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Maryadi Utama, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas pihak menjadi kunci dalam menjaga kebersihan sungai.

“Kalau kita jaga alam, maka alam akan jaga kita. Kita sudah siapkan dua alat untuk normalisasi Kali Winongo ini, sekaligus penanaman pohon dan penyebaran benih ikan,” ujarnya.

BACA JUGA : Proyek Bantaran Sungai Jogja 2026 Tembus Rp3 Miliar Lebih, Pemkot Fokus Tiga Sungai

BACA JUGA : Normalisasi Sungai Anakan Kali Oyo Dimulai, Bupati Endah: Kurangi Risiko Banjir di Hargomulyo

Dia menyatakan, kegiatan ini tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi melibatkan berbagai elemen mulai dari komunitas, mahasiswa, hingga sektor swasta dalam konsep pentahelix.

“Kalau hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tentu tidak akan cukup untuk membersihkan seluruh sungai. Karena itu, kita lakukan bersama-sama,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan normalisasi Sungai Winongo menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir dan longsor di kawasan tersebut.

“Hari ini kita mulai membersihkan Sungai Winongo. Sudah lama sungai ini tidak disentuh normalisasi, sehingga banyak sedimen dan bahkan digunakan untuk kandang ayam dan aktivitas lain,” jelasnya.

BACA JUGA : DLH Sleman Soroti Limbah Peternakan Picu Bakteri Coliform di Sungai

BACA JUGA : Talud Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong Diperkuat, Pemkot Yogyakarta Siapkan Rp7,5 Miliar

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan aliran air tidak seimbang dan berpotensi menimbulkan kerusakan di bantaran sungai.

“Kalau sedimen menumpuk di satu sisi, arus akan menghantam sisi lain dan bisa menyebabkan longsor. Dengan normalisasi ini, aliran air akan lebih lancar dan aman,” tuturnya.

Selain itu, pemasangan trash barrier juga dilakukan untuk menyaring sampah agar kualitas air tetap terjaga. Pemerintah juga berharap keberadaan ikan di sungai dapat menghidupkan kembali ekosistem sekaligus menarik aktivitas masyarakat.

Kategori :