BBM Naik dan Demo Merebak di DIY, Ini Pesan Sri Sultan HB X untuk Masyarakat
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menanggapi kenaikan harga BBM dengan mengimbau masyarakat hidup hemat dan tidak boros, Senin (15/6/2026. Sri Sultan juga mempersilakan aksi demonstrasi selama tidak merugikan publik dan tak merusak fasilitas umum.--dok. Pemda DIY
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, memberikan tanggapan terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belakangan menjadi sorotan masyarakat dan memicu sejumlah aksi demonstrasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sri Sultan mengimbau masyarakat agar lebih bijak mengelola pengeluaran dan tidak menjalani gaya hidup yang melebihi kemampuan ekonomi. Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini menuntut masyarakat untuk lebih cermat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kalau saya ya kita ini jangan hidup boros, kondisi memang penghasilannya tetap ya mestinya dijaga bagaimana kebutuhan hidup jangan di luar kemampuan. Karena buat hidup boros buat apa? Beli yang nggak-nggak buat apa? Punya aset yang nggak perlu untuk apa?" ujar Sultan ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (15/6/2026).
Berkaitan mengenai kemungkinan efisiensi penggunaan BBM non-subsidi pada kendaraan dinas Pemerintah Daerah DIY setelah kenaikan harga BBM, Sri Sultan mengaku tidak mengikuti secara detail persoalan teknis tersebut.
BACA JUGA : Pertamina Pastikan Stok Pertalite DIY Aman Meski Harga Pertamax Naik, Cadangan Capai 12 Kali Konsumsi Harian
BACA JUGA : Wali Kota Hasto Terapkan Batas BBM Kendaraan Dinas Kota Jogja, Maksimal 5 Liter per Hari
Meski demikian, Sri Sultan menekankan pentingnya pengelolaan anggaran dan kebutuhan secara proporsional sesuai kemampuan yang ada.
Selain isu kenaikan BBM, Sri Sultan juga menanggapi maraknya aksi demonstrasi yang berlangsung di DIY dalam beberapa hari terakhir.
Dia menegaskan bahwa menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dilindungi undang-undang. Namun, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan ketertiban dan kepentingan masyarakat luas.
"Itu kan demonstrasi punya hak, memberitahu kepolisian, ya lakukan aja. Yang penting jangan merugikan publik, jangan merusak, nggak ada masalah," tegasnya.
BACA JUGA : Aksi Menuju Indonesia Bangkrut di Jogja, Mahasiswa UII Bawa 6 Tuntutan Soal BBM hingga MBG
BACA JUGA : Seribuan Massa Aliansi Rakyat Memanggil di Gejayan, Desak Pemerintah Penuhi 10 Tuntutan Rakyat
Mahasiswa UII Soroti Ekonomi dan BBM
Sebelumnya, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aksi "Menuju Indonesia Bangkrut" melakukan long march dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Universitas Islam Indonesia (UII) menuju Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Senin (15/6/2026).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: