Setelah menyantap makanan berat, Es Puter Cong Lik adalah pencuci mulut terbaik. Es puter tradisional ini memiliki tekstur yang sedikit kasar namun lumer saat menyentuh lidah, dengan varian rasa kelapa muda dan alpukat yang menjadi favorit pelanggan.
BACA JUGA : Daftar Tahu Gimbal Enak di Semarang untuk Makan Siang dengan Porsi Melimpah
BACA JUGA : Surga Matcha di Semarang dengan Rasa Paling Bold Terenak Tahun 2026
Bakmi Jawa Pak Gareng
Menggunakan tungku arang sebagai alat memasaknya membuat aroma bakmi ini sangat khas. Anda bisa memesan bakmi godog (rebus) atau bakmi goreng dengan tambahan telur bebek agar rasanya semakin gurih dan "nendang".
Nasi Goreng Babat Pak Karmin
Bagi pencinta jeroan, nasi goreng babat di kawasan ini adalah menu wajib. Babatnya diolah dengan teknik khusus sehingga sangat empuk dan tidak bau, dibalut dengan bumbu gongso yang manis pedas khas Semarang.
Soto Bangkong
Hanya berjarak beberapa ratus meter dari lapangan utama, Soto Bangkong menyajikan soto dengan kuah bening kecokelatan yang segar. Tambahan sate kerang dan perkedel di sini adalah pasangan yang tidak boleh dipisahkan dari mangkuk soto Anda.
Pisang Plenet Gajah Mada
Plenet artinya dipipihkan. Pisang kepok yang dibakar lalu dipipihkan dan diberi berbagai topping seperti cokelat, keju, atau selai nanas ini adalah camilan tradisional yang mulai langka namun masih eksis di dekat Simpang Lima.
Seafood Pak Jari
Ingin makan besar bersama keluarga? Seafood Pak Jari di kawasan pusat kuliner menawarkan berbagai olahan laut segar dengan saus padang atau saus mentega yang bumbunya sangat meresap hingga ke dalam cangkang.
Gudeg Abimanyu
Meskipun gudeg aslinya dari Jogja, namun Gudeg Abimanyu di Semarang memiliki ciri khas rasa yang lebih gurih. Sajiannya lengkap dengan krecek yang pedas dan ayam suwir yang manis, cocok untuk sarapan sebelum memulai aktivitas.
Ayam Goreng Kampung Kali