3 Perlintasan Ditutup, KAI Pasang Audio Imbauan di 9 Titik Jogja

Sabtu 18-04-2026,11:48 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta tengah memperkuat upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api sepanjang Triwulan I Tahun 2026.

Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengungkapkan salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menutup tiga perlintasan sebidang liar maupun tidak terjaga yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan.

“Penutupan dilakukan di lintas Solo Kota–Sukoharjo KM 6+2/3 serta lintas Sukoharjo–Pasarnguter di KM 17+7/8 dan KM 17+8/9,” ungkapnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2026).

Langkah ini disebut menjadi bagian dari komitmen KAI dalam meminimalisir risiko kecelakaan antara kereta api dan pengguna jalan di perlintasan sebidang.

BACA JUGA : Tragis! Anak 4 Tahun Tewas Tertemper KA Gajayana di Kalasan Sleman

BACA JUGA : Tujuh Kasus Temperan Awal 2026, Daop 6 Yogyakarta Minta Masyarakat Tidak Ngabuburit di Jalur KA

Selain penutupan perlintasan, KAI Daop 6 Yogyakarta juga menggencarkan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat.

“Selama periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 217 kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan. Rinciannya, 212 kegiatan dilakukan di perlintasan sebidang dan 5 kegiatan di sekolah maupun lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Upaya ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di sekitar jalur kereta api.

Selain itu, untuk memperkuat sistem peringatan di lapangan, KAI juga memasang perangkat pengeras suara atau audio imbauan keselamatan di sembilan titik perlintasan wilayah Daop 6 Yogyakarta.

BACA JUGA : Menyeberang Rel, Lansia di Bantul Meninggal Tertemper Kereta

BACA JUGA : Mobil Tertemper KA Batara Kresna di Sukoharjo, Dua Orang Terluka di Perlintasan Tanpa Palang

“Perangkat ini diharapkan mampu memberikan peringatan dini kepada pengguna jalan agar lebih waspada serta mematuhi rambu-rambu saat melintas,” katanya.

Feni menegaskan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.

“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Melalui berbagai upaya seperti penutupan perlintasan tidak resmi, sosialisasi, hingga pemasangan perangkat imbauan, kami berharap dapat menekan potensi kecelakaan,” jelasnya.

Kategori :