Niat Pamer Progres Jogging Track Paseban, Warganet Bantul Justru Ramai-Ramai Kritik Jalan Rusak

Niat Pamer Progres Jogging Track Paseban, Warganet Bantul Justru Ramai-Ramai Kritik Jalan Rusak

Unggahan progres penataan dan pengecatan ulang Jogging Track Paseban yang dibagikan Pemerintah Kabupaten Bantul di media sosial menuai beragam tanggapan--FOTO : FB Pemkab Bantul/diswayjogja.id

BANTUL, diswayjogja.id – Unggahan progres penataan dan pengecatan ulang Jogging Track Paseban yang dibagikan Pemerintah Kabupaten Bantul di media sosial menuai beragam tanggapan. Alih-alih mendapat pujian atas wajah baru fasilitas publik tersebut, kolom komentar justru dipenuhi kritik dan masukan dari warga yang menilai masih banyak persoalan infrastruktur jalan rusak yang lebih mendesak untuk ditangani.

Warganet menyoroti prioritas pembangunan yang dinilai terlalu fokus pada penataan kawasan publik, sementara sejumlah ruas jalan di berbagai wilayah Bantul masih dikeluhkan karena berlubang dan rusak. Tak sedikit pula yang mengkritik tampilan jogging track yang dianggap kurang menarik, meski sebagian warga tetap memberikan apresiasi terhadap upaya revitalisasi tersebut.

Salah satu komentar yang banyak mendapat perhatian datang dari akun Eko Yulianto yang menulis singkat, "Dalan rusak ora urgent po?" atau yang berarti jalan rusak tidak lebih mendesak untuk diperbaiki.

Kritik senada disampaikan akun Agam Pratama.

BACA JUGA : Pemkab Bantul Tegaskan Tolak WFH, Fokus Efisiensi Anggaran

BACA JUGA : Pemkab Bantul Perbaiki 21 Ruas Jalan Kabupaten di Tengah Musim Hujan

Ia mempertanyakan mengapa pemerintah memilih memperhalus dan mempercantik jogging track, sementara masih banyak jalan rusak yang belum tersentuh perbaikan.

"Dalam tahun'an gronjal bolong ra didandani kapan, le ngalusi kui pemerintah Bantul," tulisnya.

Keluhan mengenai kondisi jalan juga disampaikan akun Nanto Utomo. Menurutnya, masih terdapat ruas jalan yang kondisinya jauh dari layak meski beberapa ruas lain sudah cukup baik.

"Kalau jalan dari Lapangan Kasihan sampai Prapatan Bangunjiwo wis mulus. Tapi yang dari Bangunjiwo ngidul sampai Slarong, dalane koyo nggo kubangan kebo," tulisnya.

BACA JUGA : Pemkab Bantul Petakan Keamanan Nataru, Kunjungan Diekspansi ke 8 Titik Ibadah

BACA JUGA : Tak Mau Program Jadi Formalitas, Pemkab Bantul Bongkar Efektivitas Padat Karya dan Strategi Tekan Stunting

Ia bahkan meminta DPRD Bantul ikut lebih aktif mengawasi program pembangunan agar kebutuhan dasar masyarakat mendapatkan perhatian yang lebih besar.

Sementara itu, akun Paryono Alonso menyoroti pemerataan pembangunan. Menurutnya, fasilitas yang diperbaiki sering kali berada di sekitar pusat pemerintahan, sedangkan wilayah yang lebih jauh masih banyak yang membutuhkan sentuhan pembangunan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: