BACA JUGA : Hari Ketiga Pencarian, Korban Tenggelam di Muara Sungai Opak Bantul Belum Ditemukan
Ia juga menyoroti dugaan penggunaan dana yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
Berdasarkan laporan yang masuk, dana proyek diduga telah digunakan untuk kepentingan lain di luar pekerjaan pembangunan rumah tersebut.
“Padahal, uangnya sudah habis sejak tiga minggu sebelumnya. Selain karena dana tersebut sudah terpakai, ternyata dia juga tidak memiliki kompetensi yang memadai dalam mengerjakan proyek itu,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan adanya indikasi ketidaksesuaian kompetensi dari pihak pelaksana proyek.
Ia menjelaskan, meskipun pelaksana mengaku memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) untuk konstruksi gedung, hasil penelusuran menunjukkan bahwa kompetensi utamanya justru berada di bidang lain.
“Kalau saya lihat dari laporan yang masuk, dia mengaku memiliki SBU untuk bangunan gedung. Tapi setelah dicek oleh teman-teman dari bidang terkait, kompetensinya bukan di konstruksi, melainkan di bidang lain seperti transportasi,” ujarnya.
BACA JUGA : BPBD Bantul Siaga Cuaca Ekstrem, Ancaman Puting Beliung Mengintai
BACA JUGA : Pemkab Bantul Tegaskan Tolak WFH, Fokus Efisiensi Anggaran
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama kegagalan proyek.
Ia menilai, lemahnya kompetensi serta pengelolaan proyek yang tidak profesional berpotensi merugikan masyarakat sebagai konsumen.
Ia menambahkan, kasus serupa sebenarnya cukup sering terjadi, terutama dalam sektor pekerjaan umum dan pembangunan perumahan. Namun, tidak semua kasus berlanjut hingga ke proses persidangan di pengadilan.
“Kasus seperti ini sebenarnya cukup banyak terjadi, terutama di sektor pekerjaan umum. Tapi yang sampai masuk persidangan di pengadilan negeri, ini termasuk yang baru,” jelasnya.
Ia menyebut, ada beberapa faktor yang kerap memicu terjadinya kasus proyek mangkrak.
Di antaranya adalah ketidaksesuaian kompetensi pelaksana, legalitas perusahaan yang tidak jelas di bidang konstruksi, serta pengelolaan proyek yang tidak profesional.
BACA JUGA : Tiket Pantai Bantul Rp15.000 Digugat, Pemkab Siap Uji Coba Tarif Murah