YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 27-28 Maret 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Feriomex Hutagalung, menjelaskan kondisi ini dipicu oleh pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Narelle yang berada di Samudra Hindia sebelah barat Australia.
“Terpantau adanya Siklon Tropis Narelle yang menyebabkan pembentukan wilayah konvergensi dan shearline di sepanjang Pulau Jawa, serta didukung kelembapan udara yang tinggi dan aktifnya gelombang equatorial rossby,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, kondisi atmosfer tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di seluruh wilayah DIY, meliputi Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.
BACA JUGA : Status Siaga Gunung Merapi Bertahan, BPPTKG Ingatkan Ancaman Lahar Saat Hujan
BACA JUGA : Dampak Bibit Siklon 90S, BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di DIY hingga 8 Maret 2026
BMKG mencatat, berdasarkan sebaran curah hujan harian pada 26–27 Maret 2026, sebagian wilayah DIY mengalami hujan sedang hingga lebat dengan intensitas 20–100 mm per hari. Curah hujan tertinggi mencapai 85,5 mm/hari terjadi di wilayah Cebongan, Mlati, Sleman.
Selain itu, peringatan dini juga menunjukkan hujan lebat telah terjadi sejak siang hari dan meluas ke berbagai wilayah. BMKG memperkirakan kondisi tersebut masih akan berlangsung hingga sore hari.
“Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di sejumlah wilayah DIY,” katanya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
BACA JUGA : Hujan Ekstrem Picu Banjir Lahar Merapi, 3 Meninggal dan 15 Truk Hanyut
BACA JUGA : Pemkab Bantul Perbaiki 21 Ruas Jalan Kabupaten di Tengah Musim Hujan
“Masyarakat diharapkan tetap memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan memahami langkah evakuasi jika diperlukan,” imbuhnya.
Selain itu, masyarakat diminta tetap tenang namun siaga dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, mengingat kondisi ini masih dapat berubah dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan atmosfer.