Cuaca Yogyakarta Tak Menentu, Masyarakat Diminta Waspada Banjir dan Angin Kencang
Petugas BPBD Kota Yogyakarta tengah melakukan evakuasi pohon tumbang pada Minggu (5/4/2026) sore, di mana cuaca ekstrem di Yogyakarta memicu potensi bencana seperti pohon tumbang, banjir lokal, hingga longsor kecil.--dok. BPBD Jogja
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Yogyakarta dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius pemerintah.
Perubahan cuaca yang drastis, mulai dari panas terik hingga hujan deras disertai angin kencang, dinilai berpotensi menimbulkan berbagai bencana.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta pun mengintensifkan edukasi kepada masyarakat sekaligus meningkatkan langkah antisipasi menghadapi kondisi tersebut.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bidang PK & DIKK BPBD Kota Yogyakarta, Darmanto, mengatakan bahwa cuaca yang tidak menentu telah menimbulkan sejumlah dampak di tengah masyarakat.
BACA JUGA : Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa DIY, Pohon Tumbang hingga Rumah Rusak di Bantul dan Kota Jogja
BACA JUGA : Jalan Sentolo - Pengasih Kerap Tergenang, Warga Keluhkan Rawan Kecelakaan Saat Hujan
“Beberapa di antaranya adalah angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan atap rumah, terutama saat hujan deras datang secara tiba-tiba setelah cuaca panas,” ujar Darmanto, Selasa (7/4/2026).
Dia menyebutkan hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat juga berpotensi menyebabkan genangan air hingga banjir lokal, terutama di wilayah dengan sistem drainase terbatas. Warga yang tinggal di bantaran sungai pun diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Warga di bantaran sungai harus waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit air secara mendadak,” katanya.
Tak hanya itu, kondisi tanah yang jenuh air akibat hujan berulang juga berpotensi memicu longsor skala kecil, seperti talud ambrol maupun tebing sungai yang labil. Risiko lain seperti sambaran petir juga menjadi ancaman bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
BACA JUGA : Dampak Siklon Narelle, Hujan Intensitas Tinggi Ancam Seluruh Wilayah DIY
BACA JUGA : Status Siaga Gunung Merapi Bertahan, BPPTKG Ingatkan Ancaman Lahar Saat Hujan
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Yogyakarta terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan tinggi muka air sungai secara real-time, khususnya di Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong.
“Kesiapsiagaan personel dan Tim Reaksi Cepat (TRC) juga kami aktifkan selama 24 jam guna merespons kejadian darurat seperti pohon tumbang maupun genangan air,” jelas Darmanto.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: