Ia menjelaskan, akses menuju kawasan wisata di lereng Merapi membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak, terutama terkait kondisi infrastruktur jalan.
Beberapa jalur menuju destinasi wisata sebelumnya diketahui mengalami kerusakan seperti lubang yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Karena itu, pemerintah daerah berharap perbaikan infrastruktur jalan dapat segera dilakukan agar arus kendaraan wisata tetap aman dan lancar.
“Untuk menuju ke sana, kami berharap jalan yang sebelumnya banyak berlubang sudah diperbaiki oleh teman-teman dari PU dan Perhubungan,” tuturnya.
Selain kawasan Merapi, Dinas Pariwisata Sleman juga menyoroti potensi kerawanan di kawasan wisata Tebing Breksi yang berada di wilayah Prambanan.
BACA JUGA : Peta Rasa Pariwisata Bandung, Berikut Ini Destinasi Kuliner Terbaru Februari 2026
BACA JUGA : Sidang Hibah Pariwisata Sleman, Saksi Ungkap Pesan “Tolong Bantu Ibu” dalam Pertemuan Pokdarwis
Jalur menuju destinasi tersebut dikenal memiliki tanjakan cukup curam yang kerap dilalui bus wisata dalam jumlah besar.
Ia menuturkan, pada Sabtu lalu terjadi lonjakan kunjungan wisatawan yang datang menggunakan rombongan bus dalam jumlah besar.
Kondisi ini sempat menimbulkan kendala di jalur menuju lokasi wisata.
“Pada hari Sabtu kemarin ada rombongan sekitar 200 bus yang menuju ke Breksi. Kemungkinan karena kesalahan pengoperasian kendaraan, seperti salah menginjak kopling dan sebagainya, ada satu bus yang tidak kuat menanjak,” imbuhnya.
Kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa pengelolaan arus kendaraan wisata perlu dilakukan secara lebih ketat, terutama ketika terjadi lonjakan kunjungan dalam waktu bersamaan.
Menurutnya, koordinasi antara pengelola destinasi wisata dan petugas di lapangan sangat penting untuk mengatur keluar masuk kendaraan, terutama kendaraan berukuran besar seperti bus pariwisata.
BACA JUGA : 15 Saksi Diperiksa, Kejari Sleman Tunggu Audit Negara untuk Tetapkan Tersangka Baru Dana Hibah Pariwisata
BACA JUGA : Kejari Sleman, Tersangka Baru Kasus Dana Hibah Pariwisata Tinggal Menunggu Waktu
Dinas Pariwisata Sleman pun telah meminta pengelola Tebing Breksi untuk meningkatkan pengawasan terhadap arus kendaraan wisata agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di jalur tanjakan.