Jalur Clongop Gunungkidul Longsor Lagi, Retakan Tanah Capai 50 Meter

Rabu 04-03-2026,14:55 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

GUNUNGKIDUL, diswayjogja.id - Jalur Clongop, salah satu akses utama menuju Gunungkidul untuk memecah kemacetan wilayah Piyungan dan Patuk, kembali diterjang tanah longsor, Rabu (4/3/2026).

Berdasarkan hasil investigasi gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul (BPBD), Babinsa, dan relawan, ditemukan retakan tanah sepanjang 50 meter di bagian atas lokasi longsor.

Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono, menjelaskan pihaknya langsung melakukan asesmen dan kaji cepat di lapangan.

“BPBD melakukan kerja bakti pembersihan material menggunakan jackhammer serta melakukan asesmen dan kaji cepat di lapangan,” ujarnya.

BACA JUGA : 59 Titik Longsor Terjadi di DIY, BPBD Siagakan 36 Personel TRC dan 125 Brimob

BACA JUGA : Hujan Lebat Disertai Angin Kencang, Rumah Warga Rusak dan Tebing Longsor di Prambanan

Sebagai langkah darurat, Pemda DIY mengirimkan alat berat yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk mempercepat proses evakuasi material longsoran.

BPBD juga telah berkoordinasi dengan pihak kalurahan, kapanewon, serta DPU Provinsi DIY guna penanganan lanjutan sesuai kewenangan masing-masing.

Untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, aparat kepolisian, TNI Angkatan Darat, serta relawan menerapkan sistem buka-tutup jalur pada siang hari. 

“Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, jalur Clongop akan ditutup total dan kendaraan diarahkan ke jalur alternatif,” katanya.

BACA JUGA : Hujan Deras Picu Longsor, Warga Nanggulan Kulon Progo Selamatkan Diri Saat Rumah Ambruk

BACA JUGA : Dinas Pariwisata DIY Pastikan Tak Ada Penutupan Destinasi Meski Berpotensi Longsor

Purwono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

“Warga diminta menghindari daerah rawan bencana seperti lereng bukit dan bantaran sungai, serta selalu memantau informasi cuaca dari BMKG. Pengguna jalan juga harus berhati-hati saat melintasi Jalur Clongop dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tegasnya.

Pemerintah daerah memastikan pemantauan terus dilakukan mengingat potensi longsor susulan masih tinggi akibat kondisi tanah yang labil.

Kategori :