YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta mengintensifkan operasi penjangkauan gelandangan dan pengemis (gepeng) selama bulan Ramadan 2026.
Dalam sepekan terakhir, dua orang berhasil dijangkau dalam operasi yang digelar di sejumlah titik kawasan Kota Yogyakarta.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Yogyakarta, Dodi Kurnianto, mengatakan operasi gepeng menjadi salah satu fokus pengawasan selama Ramadan karena potensi peningkatan jumlah gepeng di ruang publik.
“Operasi gepeng termasuk dalam salah satu operasi yang kami intensifkan dalam masa Ramadan ini, di samping terkait gangguan ketertiban umum yang lain,” kata Dodi dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).
BACA JUGA : Satpol PP Jogja Perketat Patroli Street Coffee dan Kawasan Kota Baru Selama Ramadan 2026
BACA JUGA : Satpol PP Tertibkan Puluhan PKL Nekat Berjualan di Malioboro, Penjual Sate Dominasi Pelanggaran
Dari hasil operasi selama sepekan Ramadan, petugas menjangkau satu pengamen yang menggunakan obor di simpang Giwangan dan satu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Jalan Kemendungan Giwangan. Keduanya kemudian dibawa ke camp assessment Dinas Sosial DIY untuk penanganan lebih lanjut karena berasal dari luar kota dan membutuhkan pendampingan khusus.
Dodi menyebut, sejak Januari 2026 hingga sebelum Ramadan, pihaknya telah menertibkan sembilan gepeng. Sementara sepanjang 2025, total 148 gepeng berhasil ditertibkan.
“Rekan-rekan BKO Satpol PP yang kami tempatkan di kemantren juga melakukan operasi yang sama, khususnya jika ada laporan atau temuan di lapangan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan penertiban, Satpol PP Kota Yogyakarta mengacu pada Perda DIY Nomor 1 Tahun 2014 tentang penanganan gelandangan dan pengemis serta Perda Kota Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat.
BACA JUGA : Warung Kopi Viral di Jembatan Kewek, Hasto: Ditertibkan dan Diganti Tenda Satpol PP
BACA JUGA : Sidak di Ritel Besar Kota Jogja, Pemkot dan BBPOM DIY Temukan Label Produk Belum Lengkap
Menurut Dodi, penertiban dan penjangkauan tersebut merupakan bagian dari upaya menyukseskan program Wali Kota Yogyakarta terkait target Jogja Zero Gepeng.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, menegaskan operasi penjangkauan akan terus dilakukan, termasuk selama Ramadan. Saat ini Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) telah memiliki shelter Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di wilayah Kemantren Pakualaman.
“Pintu masuk utama tetap di shelter PPKS Dinsosnakertrans Kota di Pakualaman. Jika warga luar Kota Yogyakarta akan dikirim ke camp assessment Dinas Sosial DIY,” terang Octo.