Video AI Catut Sri Sultan HB X Beredar di WhatsApp, Pemda DIY Pastikan Hoaks dan Diduga Modus Penipuan

Video AI Catut Sri Sultan HB X Beredar di WhatsApp, Pemda DIY Pastikan Hoaks dan Diduga Modus Penipuan

Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB X, saat diwawancarai media di JEC, Rabu (15/7/2026). Pemda DIY memastikan video AI yang mengatasnamakan Sri Sultan adalah hoaks. --FOTO: Anam AK/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memastikan video hasil rekayasa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mengatasnamakan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, merupakan konten palsu. 

Video tersebut diketahui beredar melalui aplikasi WhatsApp dan bukan berasal dari kanal resmi Pemerintah Daerah DIY.

Pranata Humas Ahli Madya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Ditya Nanaryo Aji, mengatakan penelusuran dilakukan setelah pihaknya menerima tindak lanjut dari GKR Condrokirono terkait beredarnya video tersebut. 

Hasil pemeriksaan memastikan video itu bukan dokumentasi resmi Pemda DIY, melainkan hasil manipulasi menggunakan teknologi AI.

BACA JUGA : Hoaks Poster Pengobatan Alternatif Catut Kantor Bupati Sleman, Pemkab Ungkap Modus Penipuan

BACA JUGA : Keraton Yogyakarta Klarifikasi Video Viral Dugaan Pengusiran Mbak Rara saat Prosesi Labuhan Parangkusumo

"Hasil pengecekan kami menunjukkan bahwa video tersebut bukan berasal dari dokumentasi Humas Pemerintah Daerah DIY. Dari isi maupun cara penyampaiannya, kami memastikan itu merupakan video hasil rekayasa menggunakan AI," ujar Ditya, di Gedhong Baleworo, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (22/7/2026).

Menurut Ditya, salah satu indikator yang menunjukkan video tersebut palsu adalah isi narasinya. Dalam video itu terdapat pembahasan mengenai ranah pribadi seseorang, sesuatu yang selama ini tidak pernah disampaikan Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam komunikasi resmi maupun wawancara kepada media.

"Selama kami mendampingi kegiatan kehumasan, Ngarsa Dalem tidak pernah menyampaikan pernyataan yang masuk ke ranah pribadi seseorang seperti yang tergambar dalam video tersebut. Karena itu kami dapat memastikan bahwa konten tersebut bukan pernyataan beliau," katanya.

Diskominfo DIY juga menemukan bahwa video tersebut beredar melalui pesan berantai di WhatsApp, bukan melalui akun media sosial maupun kanal komunikasi resmi milik Pemda DIY. Isi videonya diduga mengarah pada modus penipuan dengan memanfaatkan kemiripan wajah dan suara hasil rekayasa AI.

BACA JUGA : Wamen Komdigi Nezar Patria Klarifikasi Isu “Satu Akun Satu Medsos”, Tekankan Pentingnya Verifikasi Identitas

BACA JUGA : Berusia Lebih dari Seabad, Tombak Pusaka Keraton Kyai Wijaya Mukti Era Sri Sultan HB VIII Kembali Dijamas

"Isi videonya seolah-olah mengarahkan seseorang agar melakukan pembayaran suatu barang sebelum barang tersebut dikirim. Bahkan di dalam video itu juga disebut nama seseorang. Hal seperti ini tentu tidak mungkin disampaikan oleh Ngarsa Dalem," jelas Ditya.

Pemda DIY pun memilih mengedepankan edukasi kepada masyarakat terkait penyalahgunaan teknologi AI yang kini semakin mudah digunakan untuk membuat konten menyerupai tokoh publik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait