RM Mayasi memiliki dua cabang strategis, yakni di depan Rumah Sakit DKT dan area Alun-Alun, menjadikannya sangat mudah diakses oleh warga dari berbagai penjuru kota.
Rich Resto & Coffee
Bagi yang mencari estetika tempat makan, Rich Resto & Coffee menyuguhkan interior yang dirancang sedemikian rupa agar pengunjung merasa sedang berada di Jepang. Selain ramen kuah yang populer, mereka juga menawarkan inovasi berupa dry ramen dengan sambal matah, sebuah perpaduan unik antara kuliner timur jauh dan rempah khas Indonesia.
Menu pelengkap seperti tori karaage dan sushi juga tersedia dengan kualitas presentasi yang menarik. Restoran ini melayani tamu hingga larut malam, terutama di akhir pekan.
Sachio Ramen
Hanya sepelemparan batu dari Stasiun Purwokerto, terdapat Sachio Ramen yang mengusung konsep kaki lima namun dengan rasa yang tidak kalah dengan restoran mall. Berada di komplek kuliner Pasar Manis, kedai ini menjadi destinasi favorit di malam hari. Pilihan kuahnya meliputi niku, miso, hingga shio yang segar.
Keberadaannya di dekat stasiun menjadikannya tempat transit yang sempurna bagi para pelancong yang baru saja tiba di Purwokerto dan ingin segera mencari kehangatan melalui semangkuk mi.
Gokana Ramen & Tepan
Sebagai jaringan restoran nasional, Gokana yang berlokasi di Rita SuperMall tetap menjadi pilihan aman. Kelebihannya adalah program promo yang rutin diadakan, memungkinkan pengunjung menikmati ramen dengan harga miring. Salah satu hal yang paling disukai pengunjung adalah welcome snack berupa camilan gratis yang bisa diambil sepuasnya di pintu masuk.
Ramen 1
Masih di area Rita SuperMall, Ramen 1 hadir menawarkan variasi ramen modern dengan harga yang tetap terjangkau untuk ukuran restoran di mall, yakni mulai dari Rp26.000. Keunggulan utamanya adalah kuah mala yang memberikan sensasi pedas dan kebas yang khas, sangat cocok bagi mereka yang ingin mencoba tantangan rasa baru.
BACA JUGA : Menghidupkan Tradisi Lewat Kedai Rempah Bang Toyib di Purwokerto
Fenomena menjamurnya tempat makan ramen di Purwokerto merupakan bukti bahwa kota ini sangat terbuka terhadap ragam budaya kuliner internasional, asalkan disesuaikan dengan selera dan kantong masyarakat setempat. Kehangatan yang ditawarkan melalui semangkuk mi ini bukan sekadar urusan perut, melainkan juga bagian dari gaya hidup masyarakat modern di Purwokerto dalam menyikapi suhu dingin kotanya.