BACA JUGA : Gempa Bantul 5,5 dan 4,4, BPBD Sebut Kerusakan Hanya Ringan
Sementara itu, untuk warga terdampak, sebagian besar telah mendapatkan penanganan awal melalui gotong royong masyarakat bersama relawan.
Bantuan darurat dan kebutuhan dasar juga telah didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
Dari sisi korban, berdasarkan data terbaru, sebanyak 11 orang masih menjalani rawat inap dan 31 orang menjalani rawat jalan di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Bantul.
Para korban tersebar di beberapa fasilitas layanan kesehatan.
“Terkait pembiayaan, Dinas Kesehatan akan melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit,” ucapnya.
Koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) terus dilakukan guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang optimal serta tidak terbebani persoalan biaya.
BACA JUGA : Gempa M4,5 Sesar Opak Guncang Bantul, BPBD Sebut Belum Ada Kerusakan
BACA JUGA : Kasus Penganiayaan Anak di Angkringan Code, 7 Terdakwa Divonis Hingga 10 Tahun Penjara
Pemerintah Kabupaten Bantul juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Warga diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD, maupun instansi terkait lainnya.
Ia menambahkan, untuk penjelasan teknis lebih lanjut terkait data kerusakan dan langkah penanganan, pihaknya menyerahkan kepada BPBD.
“Secara teknis, selanjutnya kami persilakan teman-teman BPBD untuk melanjutkan penjelasan,” tuturnya.
Pemkab Bantul memastikan proses pemulihan pascagempa akan dilakukan secara bertahap, dengan prioritas pada fasilitas pelayanan publik dan kebutuhan dasar masyarakat.
Pemerintah daerah juga akan terus memperbarui data kerugian jika ditemukan tambahan kerusakan dalam proses pendataan lanjutan.