Booking Hotel di Jogja Ramai saat Libur Panjang, Waspadai Modus Penipuan Google Maps
Salah satu hunian kamar di hotel kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, di mana PHRI DIY menargetkan okupansi hotel di Yogyakarta mencapai 85 persen selama libur Lebaran 2026 serta wisatawan diimbau melakukan reservasi lebih awal dan memilih akomodasi legal.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Libur panjang peringatan Kenaikan Isa Al-Masih pada 14–17 Mei 2026, tingkat pemesanan hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai meningkat signifikan.
Di tengah lonjakan reservasi tersebut, wisatawan diminta lebih waspada terhadap maraknya modus penipuan pemesanan hotel melalui nomor kontak palsu yang tercantum di Google Maps.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo, mengatakan tingkat reservasi hotel di wilayah DIY saat ini telah mencapai kisaran 40 hingga 60 persen dan diprediksi terus bertambah hingga akhir pekan.
“Saat ini angka reservasi dilaporkan sudah mencapai kisaran 40-60 persen dan diprediksi akan terus bertambah,” ujar Deddy, Kamis (14/5/2026).
BACA JUGA : Bus Tak Bisa Lagi Dekat Malioboro? Hotel dan Travel Minta Akses Diperjelas
BACA JUGA : 14 Tahun Menunggu, Jemaah Haji Kulon Progo Haru Rasakan Embarkasi Hotel
Menurut Deddy, PHRI DIY menargetkan rata-rata okupansi hotel selama libur panjang kali ini dapat menembus angka 85 persen. Target tersebut berkaca dari capaian libur panjang April 2026 lalu yang sempat menyentuh okupansi hingga 90 persen.
Meski demikian, dia memastikan ketersediaan kamar hotel di DIY masih mencukupi. Namun wisatawan diimbau melakukan reservasi lebih awal untuk menghindari risiko kehabisan kamar saat tiba di Yogyakarta.
“Kalau sekarang kan banyak wisatawan yang datang langsung ke hotel atau walking guest. Tapi risikonya kalau hotel yang dituju penuh, wisatawan terpaksa harus berputar-putar di jalan mencari penginapan. Ini malah menambah kepadatan lalu lintas, jadi kami imbau untuk reservasi dulu,” katanya.
Selain itu, PHRI DIY menyoroti maraknya kasus penipuan reservasi hotel yang memanfaatkan platform digital, terutama melalui perubahan nomor kontak hotel di Google Maps oleh pihak tidak bertanggung jawab.
BACA JUGA : PHRI Petakan Tantangan Industri Hotel DIY Menuju 2026
BACA JUGA : Embarkasi Haji Resmi di Kulon Progo, PHRI Optimistis Okupansi Hotel Naik
Deddy mengungkapkan sejumlah wisatawan sempat menjadi korban setelah melakukan transfer uang deposit ke rekening penipu yang mengaku sebagai pihak hotel.
“Di Google Maps banyak teman-teman hotel yang nomor reservasinya di-hack. Pengalaman kemarin, ada tamu yang sudah bayar deposit, ternyata yang menerima bukan pihak hotel tapi penipu. Itu menjadi pembelajaran bagi semua supaya tidak tertipu,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: