14 Titik Bencana Hidrometeorologi di Bantul Jadi Prioritas Pemulihan

Jumat 06-02-2026,13:34 WIB
Reporter : Kristiani Tandi Rani
Editor : Syamsul Falaq

BACA JUGA : Tak Sekadar Bagi Telur, Bantul Tekan Gizi Buruk dari Rumah ke Komunitas

Jalan yang ambles atau talud yang rusak dapat menghambat distribusi bahan pangan, akses sekolah, dan mobilitas warga untuk bekerja.

Pemkab Bantul memperkirakan seluruh proses pemulihan membutuhkan anggaran sekitar Rp2,4 miliar. 

Dana tersebut direncanakan bersumber dari pos belanja tak terduga (BTT) APBD Bantul 2026.

Anggaran ini meningkat dari estimasi awal Rp2,3 miliar karena adanya penambahan lokasi kerusakan yang baru teridentifikasi, salah satunya Bendung Widodo di Pajangan.

Sekitar tiga hari pascabuletan bencana, BPBD menerima laporan kerusakan bendung dan melakukan identifikasi bersama DPUPKP.

“Setelah menerima laporan Bendung Widodo, kami langsung melakukan survei dan koordinasi untuk perbaikan,” jelasnya.

BACA JUGA : Kunjungan Wisata Januari Tembus 155 Ribu, PAD Bantul Baru 7,7 Persen dari Target

BACA JUGA : Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan di Bantul, Korban Masih Hidup Saat Dibuang di Gumuk Pasir

Penanganan cepat menjadi kunci agar dampak sosial dan ekonomi akibat bencana hidrometeorologi ini tidak berkepanjangan. 

Warga terdampak berharap agar akses jalan dan fasilitas umum segera pulih. 

Selain jalan dan jembatan, kerusakan talud dan bangunan penahan tanah menjadi perhatian utama. 

Talud yang rusak dapat memicu longsor lanjutan apabila hujan ekstrem kembali terjadi. 

BPBD memastikan titik-titik kritis tersebut menjadi prioritas utama sebelum musim hujan berikutnya.

Pemkab Bantul menegaskan bahwa penanganan ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh OPD. 

BACA JUGA : Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Gumuk Pasir Bantul, Dua Tersangka Ditangkap

Kategori :