Kunjungan Wisata Januari Tembus 155 Ribu, PAD Bantul Baru 7,7 Persen dari Target

Senin 02-02-2026,11:33 WIB
Reporter : Kristiani Tandi Rani
Editor : Syamsul Falaq

BANTUL, diswayjogja.id - Geliat pariwisata di awal tahun 2026 menunjukkan sinyal positif dari sisi kunjungan, namun capaian pendapatan asli daerah (PAD) masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Bantul.

Sepanjang Januari, destinasi di kawasan Pansela, Gua Selarong, dan Gua Cerme mencatat total kunjungan wisatawan mencapai 155.351 orang.

Meski demikian, PAD yang berhasil dihimpun dari sektor tersebut baru menyentuh Rp 2.245.624.500 atau sekitar 7,7 persen dari target tahunan sebesar Rp 29 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, mengatakan angka kunjungan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap wisata alam dan sejarah di wilayah Bantul masih cukup tinggi, terutama di awal tahun. 

Menurutnya, arus wisatawan yang datang ke tiga kawasan tersebut menjadi indikator penting bagi pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata di daerah.

“Data Januari 2026 dari pintu retribusi di kawasan Pansela, Gua Selarong, dan Gua Cerme menunjukkan total pengunjung mencapai 155.351 orang dengan PAD sebesar Rp 2,245 miliar,” katanya, Senin (2/2/2026). 

BACA JUGA : Sidang Hibah Pariwisata Sleman, Saksi Ungkap Pesan “Tolong Bantu Ibu” dalam Pertemuan Pokdarwis

BACA JUGA : 15 Saksi Diperiksa, Kejari Sleman Tunggu Audit Negara untuk Tetapkan Tersangka Baru Dana Hibah Pariwisata

Namun, ia mengakui bahwa besarnya jumlah kunjungan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kontribusi terhadap PAD. 

Dengan target PAD pariwisata tahun ini sebesar Rp 29 miliar, capaian Januari baru berada di kisaran 7,7 persen. 

Artinya, masih ada jarak yang cukup lebar untuk dikejar pada bulan-bulan berikutnya. 

“Kalau dibandingkan dengan target PAD tahun ini, capaian Januari baru sekitar 7,7 persen. Ini menjadi evaluasi bagi kami agar ke depan tidak hanya mengejar jumlah pengunjung, tetapi juga mendorong peningkatan nilai belanja wisatawan,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan utama sektor pariwisata saat ini bukan hanya mendatangkan wisatawan, melainkan memastikan wisatawan tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di kawasan destinasi. 

Untuk itu, Dinas Pariwisata Bantul tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan promosi berbasis digital, penataan kawasan wisata, hingga peningkatan kualitas fasilitas dan layanan.

BACA JUGA : Kejari Sleman, Tersangka Baru Kasus Dana Hibah Pariwisata Tinggal Menunggu Waktu

Kategori :