diswayjogja.id – Yogyakarta telah lama menyandang predikat sebagai kota yang sangat ramah bagi kantong para pelancong maupun mahasiswa. Salah satu daya tarik utama yang membuat kota ini selalu dirindukan adalah kemampuan lingkungannya dalam menyediakan kebutuhan hidup dengan biaya yang relatif terjangkau. Tidak hanya soal tempat tinggal atau biaya pendidikan, urusan perut pun menjadi hal yang sangat dimanjakan di sini. Bagi mereka yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Kota Gudeg, mungkin akan terkejut melihat betapa banyaknya pilihan makanan berkualitas dengan harga yang sangat ekonomis.
Di tengah maraknya kafe-kafe modern dan restoran mewah, terdapat satu segmen kuliner yang tumbuh subur dan menjadi penyelamat bagi banyak orang ayam goreng krispi atau yang lebih dikenal dengan sebutan fried chicken merek lokal. Fenomena ini unik karena Yogyakarta memiliki ekosistem waralaba ayam goreng lokal yang sangat kuat, bahkan mampu bersaing dengan merek-merek besar berskala internasional. Kehadiran gerai-gerai ini tersebar hingga ke pelosok kampung, menawarkan aroma harum tepung berbumbu yang menggoda siapa saja yang melintas.
Kekuatan utama dari deretan ayam goreng lokal ini terletak pada rasio harga dan rasa yang sangat mengesankan. Bayangkan saja, dengan lembaran uang sepuluh ribu rupiah, seseorang sudah bisa mendapatkan paket lengkap berupa nasi hangat, sepotong ayam renyah, dan segelas es teh manis. Harga ini tentu menjadi angin segar, terutama bagi mahasiswa atau wisatawan yang sedang melakukan perjalanan dengan anggaran terbatas. Namun, jangan salah sangka, harga yang murah tersebut tidak lantas mengorbankan kualitas rasa yang disajikan.
Seiring berjalannya waktu, popularitas fried chicken lokal di Jogja ini telah melampaui batas pelanggan tetapnya. Banyak turis yang kini sengaja memasukkan nama-nama gerai ayam lokal ke dalam daftar wisata kuliner mereka. Menikmati ayam goreng lokal telah menjadi bagian dari pengalaman otentik saat berada di Yogyakarta. Artikel ini akan membawa Anda menelusuri berbagai rekomendasi ayam goreng krispi paling populer di Yogyakarta yang wajib dicoba, mulai dari pemain lama hingga pendatang baru yang sedang naik daun.
BACA JUGA : Romantisme Nasi Kucing dan Angkringan Jadi Ruang Demokrasi Kuliner di Yogyakarta
Olive Fried Chicken
Banyak orang berseloroh bahwa perjalanan ke Yogyakarta belum dianggap sah jika belum mencicipi Olive Fried Chicken. Merek ini telah menjadi identitas kuliner kota. Keunggulannya terletak pada konsistensi rasa gurih pada tepungnya dan harga yang luar biasa murah, mulai dari kisaran Rp8.000 untuk paket tertentu. Selain ayam, Olive juga menyediakan menu variatif seperti burger dan steak ayam yang tak kalah menggugah selera.
Fried Chicken Cak Yunus
Terletak di lokasi yang sangat strategis, Cak Yunus menjadi primadona bagi mereka yang sering merasa lapar di jam-jam tidak terduga. Restoran ini beroperasi selama 24 jam penuh tanpa henti. Yang membuatnya spesial adalah penyajian sambal merah ulek segar dan irisan timun, memberikan sentuhan tradisional pada menu ayam krispi modern. Ini adalah tempat berkumpulnya mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas hingga dini hari.
Jatinangor House
Sebagai salah satu pendatang baru yang langsung mencuri perhatian, Jatinangor House menawarkan konsep yang sedikit berbeda. Berasal dari Bandung, merek ini populer dengan varian rasa pedas yang bumbunya sudah meresap langsung ke dalam adonan tepung (bukan sekadar saus). Kehadiran pelengkap seperti kailan krispi yang gurih dan telur orak-arik (scrambled egg) menjadikan setiap suapan terasa sangat mewah meski harganya tetap masuk akal.
Rocket Chicken
Rocket Chicken adalah salah satu bukti sukses waralaba lokal yang kini telah merambah banyak kota. Di Jogja, gerainya sangat mudah ditemukan di hampir setiap sudut jalan utama. Keunggulan utamanya adalah variasi sambal yang bisa dipilih sesuai selera, serta menu tambahan seperti nasi goreng dan chicken strip yang sangat diminati oleh anak-anak dan keluarga.
Moon Chicken by Hangry