Dua Kali Gempa Terasa di Sekitar Merapi, BPPTKG Pastikan Aktivitas Gunung Stabil

Selasa 27-01-2026,17:05 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

YOGYAKARTA, diswayjogja.id — Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, memastikan tidak ada peningkatan aktivitas Gunung Merapi setelah gempa tektonik yang dirasakan masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (27/1/2026).

Agus menjelaskan, pada hari tersebut masyarakat merasakan dua kali gempa tektonik. Getaran gempa juga dirasakan di Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan, Magelang, serta terekam oleh stasiun pemantauan kegempaan di Gunung Merapi.

“Sampai saat ini tidak tampak adanya tanda-tanda peningkatan aktivitas Gunung Merapi, baik dari parameter kegempaan maupun deformasi. Data GB InSAR Stasiun Turgo dan Babadan juga tidak menunjukkan anomali setelah kejadian gempa,” ujar Agus dalam keterangan resmi.

BPPTKG juga melaporkan hujan terjadi di lereng selatan Gunung Merapi pada Selasa (27/1/2026) mulai pukul 12.18 WIB. Curah hujan tercatat 7 mm dengan durasi 11 menit dan intensitas 40 mm per jam.

BACA JUGA : Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Bantul, Pengunjung Kafe Sempat Deg-degan dan Evakuasi Mandiri

BACA JUGA : Dampak Gempa Pacitan, 16 Kereta Api di Yogyakarta Sempat Dihentikan

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta ancaman awan panas guguran di kawasan rawan bencana.

Dalam laporan aktivitas periode pengamatan pukul 06.00–12.00 WIB, kondisi Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Cuaca terpantau berawan hingga mendung dengan suhu udara berkisar 23–24,3 derajat Celsius dan kelembapan 78,1–84 persen.

Secara visual, gunung tertutup kabut dengan intensitas 0–III dan tidak teramati asap kawah. Dari sisi kegempaan, tercatat sejumlah aktivitas, antara lain gempa guguran sebanyak 19 kali, gempa hybrid sebanyak 13 kali, serta gempa tektonik jauh sebanyak tiga kali.

Selain itu, teramati empat kali guguran lava ke arah barat daya melalui Kali Sat/Putih dan Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter.

BACA JUGA : Merapi Tetap Siaga, Data BPPTKG Ungkap Ratusan Gempa dan Guguran Lava

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Terjadi di Gunung Merapi, Luncur 1 Kilometer ke Barat Daya

BPPTKG mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya. Ancaman guguran lava dan awan panas masih berpotensi terjadi pada sektor selatan–barat daya, khususnya di sepanjang alur Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, serta sektor tenggara seperti Sungai Woro dan Gendol.

“Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik,” tandas Agus.

Diberitakan sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Bantul dan sekitarnya, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (27/1/2026) siang.  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Opak dan tidak berpotensi tsunami.

Kategori :