BACA JUGA : Mahasiswa Asal Papua Tewas Ditusuk di Gang Puntodewo Bantul, Polisi Buru Pelaku
“Kalau kita hitung antara produksi dan konsumsi, Bantul saat ini surplus hampir 70 ribu ton beras,” ucapnya.
Ia mengatakan bahwa pada MT III produktivitas padi turun menjadi sekitar 5,6 ton per hektare.
Penurunan tersebut terutama dipicu oleh keterbatasan pasokan air di sejumlah wilayah.
“Pada MT III memang terjadi penurunan produksi menjadi sekitar 5,6 ton per hektare karena dampak kekeringan,” tuturnya.
Meski demikian, secara keseluruhan Bantul masih mencatat surplus beras di kisaran 60.000 hingga 70.000 ton.
Surplus ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah.
BACA JUGA : Gudang Kayu di Bantul Terbakar Dini Hari, Kerugian Ditaksir Rp48 Juta
BACA JUGA : DPRD Bantul Dukung Jaksa Masuk Kelurahan untuk Pamong Transparan
“Walaupun ada penurunan di MT III, Bantul tetap surplus 60 sampai 70 ribu ton beras untuk masyarakat,” imbuhnya.
Ke depan, DKPP Bantul menargetkan peningkatan kinerja sektor pertanian secara menyeluruh, mulai dari perluasan lahan tanam hingga peningkatan produksi.
Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan daerah di tengah tantangan perubahan iklim.
“Harapan kami ke depan, luas tanam meningkat, produksi naik, dan ketahanan pangan tetap terjaga,” sebutnya.
Dari sisi pengelolaan anggaran, kinerja DKPP Bantul juga menunjukkan capaian tinggi. Realisasi penyerapan anggaran secara keseluruhan mencapai 97 persen.
BACA JUGA : Kejari Bantul Ajak Lurah “Curhat” untuk Cegah Pungli dan Intimidasi di Kalurahan
BACA JUGA : Digantung di Teras Rumah, Burung Murai Batu Rp150 Juta Digasak Maling di Bantul