Bantul Surplus 70 Ribu Ton Beras, Targetkan Luas Tanam 35.000 Hektare di 2026

Selasa 20-01-2026,12:05 WIB
Reporter : Kristiani Tandi Rani
Editor : Syamsul Falaq

BANTUL, diswayjogja.id - Kabupaten Bantul mencatat kinerja kuat sektor pertanian dengan produksi beras yang jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat. 

Capaian tersebut menjadi dasar optimisme pemerintah daerah untuk menaikkan target luas tanam pada 2026 hingga 35.000 hektare.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo, mengatakan bahwa capaian tahun 2025 menunjukkan tren positif yang signifikan, baik dari sisi luas tanam maupun produksi.

“Dengan kondisi yang ada sekarang, kami berharap target tahun 2026 bisa mencapai 35 ribu hektare. Insyaallah, sanggup,” katanya, Selasa (20/1/2026). 

Pada 2025, Bantul mampu menanam padi di lahan seluas 31.500 hektare. 

Dari luasan tersebut, produksi Gabah Kering Giling (GKG) tercatat mencapai sekitar 199.000 ton. 

BACA JUGA : Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Mahasiswa di Bantul, Dipicu Emosi dan Pengaruh Miras

BACA JUGA : Kasus Pembunuhan Mahasiswa di Bantul Terungkap, Polisi Tangkap Pelaku di Banguntapan

Jika dikonversikan menjadi beras, jumlahnya setara dengan sekitar 130.000 ton beras.

“Angka ini menunjukkan bahwa produksi kita sudah sangat kuat, bahkan melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. 

Sementara itu, kebutuhan konsumsi beras masyarakat Bantul tergolong relatif rendah dibandingkan total produksi. 

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, konsumsi beras masyarakat Bantul hanya sekitar 60,54 kilogram per kapita per tahun.

Dengan perhitungan tersebut, Bantul saat ini mengalami surplus beras hampir 70.000 ton.

Surplus ini menjadi indikator kuat bahwa Bantul tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, tetapi juga berpotensi menopang pasokan beras untuk wilayah lain.

BACA JUGA : Destinasi Kuliner dan Rekreasi Keluarga Kopi Puncak Rindu di Bantul, Berikut Info Selengkapnya

Kategori :