Antisipasi Lonjakan 8 Juta Pemudik, Pemkot Yogyakarta Larang Perjalanan 14–28 Maret
Suasana kawasan Tugu Yogyakarta, Senin (16/3/2026), di mana Pemkot Yogyakarta melarang perjalanan 14–28 Maret dan menyiapkan empat langkah strategis untuk menghadapi lonjakan hingga 8 juta pemudik saat Lebaran 2026.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi lonjakan pemudik selama Lebaran 2026, termasuk pembatasan perjalanan pada periode 14 hingga 28 Maret.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan, keselamatan, serta kelancaran arus mudik di wilayah Kota Yogyakarta.
“14 sampai 28 Maret itu dilarang untuk perjalanan, kemudian ada empat langkah sukses yang harus dilaksanakan, salah satunya mengantisipasi potensi risiko keamanan,” ujarnya dalam konferensi pers di Ruang Yudhistira, Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Selasa (17/3/2026).
Pemkot Yogyakarta memprediksi pergerakan masyarakat selama periode Lebaran tahun ini akan sangat tinggi, dengan total mencapai lebih dari 8 juta perjalanan menuju wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
BACA JUGA : Tiket Bus ke Sumatera Naik 30 Persen, Mahasiswa Dominasi Pemudik dari Jogja
BACA JUGA : 82 Ribu Kendaraan Melintas di Gunungkidul, Pospam Hargodumilah Jadi Titik Rawan Mudik
“Diperkirakan ada lebih dari 8 juta pergerakan orang yang masuk ke DIY, dan sekitar 1 hingga 2,2 juta di antaranya menuju Kota Yogyakarta,” jelas Wawan.
Untuk itu, koordinasi lintas instansi terus diperkuat, melibatkan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, hingga instansi lainnya guna memastikan kesiapan di lapangan.
Wawan menyebutkan terdapat empat langkah utama yang menjadi fokus pemerintah daerah dalam menghadapi musim mudik Lebaran, yakni antisipasi potensi risiko keamanan, peningkatan keselamatan masyarakat, pemantauan arus lalu lintas dan mobilitas, serta penguatan koordinasi lintas instansi.
“Koordinasi dengan seluruh jajaran, mulai dari kepolisian, TNI, hingga Dinas Perhubungan sudah kami siapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik,” tuturnya.
BACA JUGA : Kendaraan Masuk DIY Mulai Meningkat, Prediksi Puncak Mudik 18–19 Maret
BACA JUGA : Pakar UGM: Istirahat Tiap 4 Jam Saat Mudik untuk Hindari Microsleep di Jalan Tol
Selain fokus pada arus mudik, Pemkot Yogyakarta juga melakukan pemantauan terhadap harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran. Wawan menyebutkan, secara umum inflasi masih terkendali, meski terdapat kenaikan pada komoditas tertentu.
“Tidak terlalu banyak perubahan harga, yang cukup tinggi kemarin justru emas, itu yang cukup mempengaruhi inflasi,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: