Dari Mal ke Mimbar Publik, Muhammadiyah Sleman Uji Model Dakwah Baru di Ruang Konsumsi

Sabtu 10-01-2026,06:25 WIB
Reporter : Kristiani Tandi Rani
Editor : Syamsul Falaq

Ia menilai, lokasi yang representatif akan berpengaruh besar terhadap kualitas dan pesan yang disampaikan kepada masyarakat. 

Menurutnya, ruang publik modern menuntut penyajian kegiatan yang terencana dan maksimal.

"Saya yakin, jika tempatnya seperti ini, Sleman tidak akan menyajikan sesuatu yang tidak maksimal. Yang disajikan pasti sesuatu yang terbaik,” tuturnya. 

Ia pun memberikan apresiasi tinggi kepada PDM Sleman beserta ‘Aisyiyah atas terselenggaranya expo yang dinilai sebagai bentuk pemajuan gerakan Muhammadiyah, tidak hanya dalam dakwah keagamaan, tetapi juga dalam aspek sosial dan kultural.

BACA JUGA : Muhammadiyah: Penetapan Bencana Nasional Bisa Pulihkan Kepercayaan Publik

BACA JUGA : Muhammadiyah Nilai Proyek Strategis Nasional Era Jokowi Picu Bencana dan Konflik Agraria

"Dengan penuh rasa syukur, kegembiraan, dan kebanggaan, kami PWM memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PDM Sleman, baik Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah,” imbuhnya.

Tunjukkan Nasionalisme Lewat Kerja Nyata

Ia menilai ekspresi dan kesungguhan para peserta dalam berbagai penampilan seni dan kolaborasi komunitas mencerminkan proses panjang pembelajaran dan kerja kolektif yang bermakna.

“Ekspresi dalam penyampaian lagu itu bukan sesuatu yang biasa. Itu menunjukkan proses dan kesungguhan. Ini patut kita beri tepuk tangan,” sebutnya. 

Ia menekankan bahwa Muhammadiyah selama ini tidak menempatkan isu kebangsaan sebatas pada retorika. 

Menurutnya, kontribusi nyata melalui kerja sama lintas komunitas justru menjadi bukti konkret kecintaan terhadap NKRI.

BACA JUGA : Haedar Nashir Minta Warga Muhammadiyah Fokus Kemanusiaan di Tengah Bencana Sumatra

BACA JUGA : Relawan MDMC Dikerahkan, Muhammadiyah Fokus Bantuan Kesehatan, Air Bersih dan Hunian Darurat di Sumatra

“Muhammadiyah memang tidak banyak bicara soal NKRI dan kebangsaan, tetapi Muhammadiyah membuktikannya melalui kerja nyata,” tambahnya. 

Salah satu contoh nyata yang disoroti Ikhwan adalah peran aktif Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah, khususnya para ibu-ibu yang terus belajar dan berproses, termasuk dalam bidang seni dan penguatan kapasitas diri. 

Kategori :