Eksplorasi Kuliner Nusantara dalam Balutan Modernitas di Paris Baguette

Minggu 04-01-2026,05:16 WIB
Reporter : Tri Diah Aprilia
Editor : Syamsul Falaq

Ragam Pilihan dari Rica-Rica hingga Gudeg

Selain iga bakar, Paris Baguette juga menawarkan variasi lain yang tak kalah menarik bagi pecinta pedas, yakni Nasi Dory Sambal Rica-Rica. Ikan dory yang lembut digoreng hingga memiliki lapisan luar yang renyah, kemudian disiram dengan sambal rica-rica khas Sulawesi Utara yang kaya akan aroma daun jeruk dan serai. Kehadiran sayur daun singkong dalam piring ini menambah tekstur dan rasa tradisional yang sangat autentik, menciptakan keseimbangan antara protein dan sayuran.

Bagi mereka yang lebih menyukai profil rasa yang manis dan lembut, menu Nasi Gudeg Opor Ayam adalah pilihan yang tidak boleh dilewatkan. Hidangan khas Yogyakarta ini disajikan dengan sangat rapi tanpa menghilangkan esensi aslinya. Perpaduan antara gudeg nangka yang manis gurih dengan opor ayam yang empuk seolah membawa ingatan pengunjung kembali ke suasana santai dan ramah di kota Jogja. Ini adalah pilihan yang sempurna bagi mereka yang ingin menikmati makanan dengan karakter rasa yang lebih syahdu dan menenangkan.

Eksplorasi kuliner berlanjut ke Jawa Timur melalui sajian Nasi Bebek Goreng Rempah. Bebek yang digoreng garing hingga ke tulang ini dibalut dengan bumbu hitam yang kaya akan rempah-rempah rahasia. Penyajiannya semakin lengkap dengan nasi jeruk yang harum, urap sayur yang segar, serta sambal korek yang memberikan rasa pedas menyengat yang khas. Setiap elemen dalam piring ini dirancang untuk memberikan tekstur dan rasa yang berlapis-lapis.

Sentuhan Manis Dadar Gulung yang Nostalgik

Sebagai penutup dari rangkaian perjalanan rasa ini, Paris Baguette menghadirkan menu "Dadar Gulung Bun". Ini adalah sebuah reinkarnasi modern dari jajanan pasar klasik yang kita kenal sejak kecil. Alih-alih menggunakan dadar tipis biasa, mereka menggunakan roti lembut beraroma pandan yang diisi dengan unti kelapa manis (campuran parutan kelapa dan gula merah). Dengan taburan kelapa parut dan sedikit gula di atasnya, hidangan penutup ini memberikan rasa yang sederhana namun sangat efektif dalam memancing nostalgia masa kecil.

CEO Erajaya Food & Nourishment, Jeremy Sim, menegaskan bahwa dalam proses pengembangan menu ini, prioritas utama mereka adalah menjaga keaslian rasa setinggi mungkin. Meskipun tampilannya diubah menjadi lebih modern dan disesuaikan dengan standar kafe kelas atas, rasa dasarnya tetap harus "jujur" dan sesuai dengan lidah orang Indonesia yang menggemari bumbu-bumbu yang kuat dan berkarakter. "Rindu Rumah" bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan sebuah bentuk penghormatan terhadap kekayaan rasa Nusantara yang disajikan dalam wadah yang lebih kontemporer.

BACA JUGA : Menelusuri Jejak Rasa, Jangan Lupakan Oleh-oleh Ikonis dari Malang, Cek Info Selengkapnya

BACA JUGA : Murah dan Lezat, Yuk Telusuri Rekomendasi Tempat Makan Pilihan di Nagreg, Dijamin Kenyang Hati Senang

Inisiatif yang diambil oleh Paris Baguette melalui kampanye ini menunjukkan bahwa batasan antara kuliner internasional dan lokal kini semakin menipis. Dengan menghadirkan masakan rumah di dalam sebuah kafe bergaya Prancis, mereka tidak hanya memperluas jangkauan pasar, tetapi juga memperkaya pengalaman kuliner bagi para pelanggan. Hal ini membuktikan bahwa masakan tradisional Indonesia memiliki daya tarik yang sangat kuat dan mampu bersaing di panggung yang lebih modern tanpa harus mengorbankan identitas aslinya.

Kategori :