Jogja Dapat 200 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo, Nilainya Rp22 Juta per Unit

Rabu 24-12-2025,06:26 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

Distribusi becak listrik dilakukan tidak merata di setiap kabupaten/kota, melainkan disesuaikan dengan jumlah penarik becak yang terdata. Kota Yogyakarta menerima sekitar 55 unit, sementara Bantul mendapatkan jumlah lebih banyak karena banyak penarik becak yang berdomisili di wilayah tersebut meski beroperasi di Kota Jogja.

“Pengaturan wilayah operasionalnya nanti diatur oleh Dinas Perhubungan,” tambah Budi.

BACA JUGA : Malioboro Padat, Hasto Ajak Warga Jogja Wisata ke Kulon Progo hingga Gunungkidul

BACA JUGA : Kridosono hingga Malioboro, Ini Rekayasa Lalu Lintas Polresta Yogyakarta Saat Nataru

Terkait fasilitas pengisian daya, Budi menyebut kantor-kantor Partai Gerindra di tingkat DPC maupun DPD siap menjadi charging station sementara bagi penarik becak listrik. Selain itu, pemerintah daerah di tingkat kabupaten juga menyatakan kesiapan menyediakan fasilitas serupa.

“Kalau penarik becak kesulitan ngecas, kantor-kantor Gerindra siap menerima. Kepala daerah juga sudah dihimbau dan siap menyediakan fasilitas pengisian,” terangnya.

Budi berharap kehadiran becak listrik dapat menjadi bagian dari revitalisasi transportasi tradisional di Yogyakarta, sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata.

“Becak listrik ini lebih ramah lingkungan, tampilannya baru, lebih aman, dan diharapkan bisa menggantikan becak lama. Ini juga bisa jadi daya tarik pariwisata Jogja,” imbuhnya.

Salah satu penerima becak listrik, Supardi (50), penarik becak asal Gedongkuning, Kotagede, mengaku sangat terbantu dengan bantuan tersebut. Ia telah menarik becak selama 35 tahun sejak masih duduk di bangku SMP.

BACA JUGA : Lalu Lintas Jogja Mulai Padat Sejak Akhir Pekan, Malioboro Dipadati Lebih dari 9.000 Orang

BACA JUGA : Akses Malioboro Diperketat, Arus dari Exit Tol Prambanan Dialihkan

“Sangat membantu sekali. Terima kasih untuk Pak Prabowo dan semua yang mengelola becak listrik ini,” ujarnya.

Supardi mengatakan proses pendataan hingga menerima becak listrik tergolong mudah. Dia hanya diminta melengkapi KTP dan mengikuti pendataan dari pengurus.

“Prosesnya sangat mudah. Dapat undangan, didata, lalu sekarang dapat hadiah dari Pak Prabowo,” katanya.

Dia mengaku akan tetap beroperasi di seputaran Kota Yogyakarta dan telah mengikuti pelatihan penggunaan becak listrik.

“Beda banget sama kayuh. Saya biasanya kayuh, jadi ini sangat membantu. Penghasilan kadang sehari sekitar Rp50 ribu,” pungkasnya.

Kategori :