113 Warga Sleman Terima Sertifikat Tanah Ruas Jalan Prambanan–Lemahbang

Kamis 23-10-2025,16:14 WIB
Reporter : Kristiani Tandi Rani
Editor : Syamsul Falaq

SLEMAN, diswayjogja.id - Pagi itu, suasana Gedung Serbaguna Sambirejo di Kecamatan Prambanan terasa hangat. 

Di antara deretan kursi dan suara gamelan pelan yang mengiringi acara, tampak raut lega dari puluhan warga yang menenteng map cokelat berisi sertifikat tanah mereka. 

Lembar-lembar resmi itu menandai berakhirnya satu fase panjang, pengadaan tanah untuk pembangunan ruas jalan Prambanan - Lemahbang, jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gunungkidul.

Sebanyak 113 warga terdampak kini resmi memegang sertifikat tanah hak milik, yang diserahkan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, didampingi Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Adi Bayu Kristanto, serta sejumlah pejabat lainnya, Kamis (23/10/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengatakan bahwa keberhasilan proyek infrastruktur tidak semata diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa besar masyarakat dilibatkan dan merasa memiliki.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada warga masyarakat yang telah bersikap terbuka dan mendukung penuh proses pembangunan ruas jalan Prambanan–Lemahbang ini,” katanya.

BACA JUGA : Kasus Surat Kekancingan Palsu, Tanah Sultan Ground Jadi Sasaran Penipuan

BACA JUGA : Puluhan Tanah Sultan Ground di Yogyakarta Diproses Sertifikasi, Pengadaan Tanah Terkendala Anggaran

Pembangunan jalan tersebut, menurutnya, menjadi penggerak utama bagi kemajuan kawasan timur Sleman. 

Tak hanya mempermudah mobilitas, proyek ini juga akan mempercepat distribusi hasil pertanian, membuka peluang baru bagi UMKM, serta memperkuat konektivitas destinasi wisata unggulan seperti Candi Prambanan dan Tebing Breksi.

"Saya percaya, perbaikan infrastruktur memiliki efek domino. Semakin baik kondisi jalan, semakin cepat pula geliat ekonomi lokal tumbuh,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan, pembangunan hanyalah langkah awal. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat bersama-sama menjaga hasil kerja keras tersebut agar manfaatnya terus mengalir dalam jangka panjang.

"Mari bersama merawat apa yang telah kita bangun. Jalan ini bukan sekadar penghubung antarwilayah, tetapi juga jembatan silaturahmi antara warga, pemerintah kalurahan, kapanewon, dan kabupaten,” lanjutnya. 

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Kabupaten Sleman, Rin Andrijani, menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini dibagi menjadi dua segmen besar, yakni segmen A dan segmen B, mencakup sejumlah padukuhan di Kalurahan Bokoharjo dan sekitarnya.

BACA JUGA : Dijamin Enak dan Terkenal! Kuliner Khas Tanah Minang Terlezat 2025 Paling Unik Menggugah Selera

Kategori :