BACA JUGA : Dugaan Penganiayaan Santri, Kuasa Hukum Ponpes Ora Aji Laporkan Balik Soal Pencurian
"Santri juga diharapkan mampu mengambil peran sebagai agent of change di masyarakat,” tambahnya.
Usai upacara, suasana berubah menjadi lebih meriah dengan digelarnya kirab budaya santri. Peserta menampilkan kesenian khas pesantren, mulai dari hadrah, rebana, hingga marching band.
Kirab dimulai dari Lapangan Pemda Sleman, melewati Jalan KRT Pringgodiningrat, lalu kembali lagi ke lapangan.
Sorak gembira warga yang menonton di sepanjang jalan menambah semarak suasana. Kirab ini menjadi simbol semangat santri yang tidak hanya berjuang di bidang spiritual, tetapi juga turut menghidupkan kebudayaan dan kreativitas lokal.
Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap pondok pesantren semakin berperan aktif dalam membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global.
Hari Santri 2025 di Sleman bukan hanya peringatan sejarah. Ia adalah pernyataan bahwa semangat santri tak lekang oleh waktu, dari perjuangan kemerdekaan hingga perjuangan menaklukkan dunia digital.