SLEMAN, diswayjogja.id – Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui sinergi seluruh penyelenggara.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, menekankan bahwa keberhasilan program PAUD sangat bergantung pada kerja sama yang harmonis antarorganisasi.
“Itu adalah upaya penting dalam mencetak generasi penerus bangsa,” katanya, Selasa (30/9/2025).
Menurutnya, upaya optimal hanya bisa tercapai jika seluruh organisasi penyelenggara PAUD bersatu dan saling mendukung.
“Dengan persatuan dan sinergi, dampak yang dihasilkan akan lebih besar dan signifikan bagi kemajuan PAUD dibandingkan jika berjuang sendiri-sendiri,” tambahnya.
Data terbaru menunjukkan jumlah PAUD di Kabupaten Sleman mencapai 1.067 satuan, terdiri dari PAUD formal atau Taman Kanak-Kanak sebanyak 500 unit.
BACA JUGA : Dari Yogyakarta untuk Indonesia: DPR Janji Perjuangkan Hak Guru PAUD hingga RUU Sisdiknas
BACA JUGA : Himpaudi DIY Hadirkan 15 Buku Bergambar Karya Guru PAUD, Warisan Literasi untuk Anak Indonesia
Dari 500 TK tersebut, Sleman memiliki lima TK negeri, sedangkan PAUD non-formal berjumlah 538 unit.
“Jumlah peserta didik hingga bulan September 2025 mencapai 39.180 anak,” lanjutnya.
Selain itu, Mustadi juga menyampaikan jumlah tenaga pengajar yang mendukung kegiatan PAUD.
“Jumlah guru, baik Bapak maupun Ibu, berjumlah 3.619 orang,” jelasnya.
Menurutnya, ketersediaan guru yang kompeten menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Sleman.
Pemerintah daerah juga terus berupaya memperluas akses pendidikan, termasuk mengadakan pelatihan bagi tenaga pengajar dan mendorong inovasi metode belajar yang kreatif agar anak-anak lebih siap menghadapi pendidikan formal.
BACA JUGA : Guru PAUD Masih Jadi Anak Tiri, DPR Dorong Aturan Jelas Soal Kesejahteraan