“Maka para kader ini melakukan jihad dalam Muhammadiyah yang memberikan solusi di dalam masyarakat,” imbuhnya.
BACA JUGA : Kolaborasi UMY, UMS dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia, Begini Caranya
BACA JUGA : Bangun Pondasi Generasi Emas, PP ‘Aisyiyah Dukung Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengapresiasi kegiatan perkaderan ACC, di mana kaum perempuan punya peran kuat terkait lingkungan.
“Betapa besar peran kaum perempuan bisa mengubah banyak hal yang sifatnya sederhana untuk membentuk kebiasaan baik. Peran ibu-ibu di keluarga, di masyarakat menjadi sangat menentukan untuk perbaikan lingkungan hari ini dan di masa depan,” ujarnya.
Oleh karena itu, Kementerian disebut Riza sangat menyadari peran penting para perempuan yakni ibu sebagai jantung keluarga serta sekolah pertama buat semua anak termasuk terkait isu lingkungan.
“Kita semua bagian dari ekosistem, bukan mensubordinasi ekosistem maka manusia harus jadi bagian dari lingkungan sekitar,” terangnya.
BACA JUGA : PP ‘Aisyiyah: Momen Hari Ibu, Kasus Kekerasan Perempuan Banyak Belum Terungkap
BACA JUGA : Perkuat Ekosistem Halal Nasional, Halal Center Unisa Yogyakarta Luncurkan LP3H
Lebih lanjut, Riza mendorong para kader ‘Aisyiyah untuk dapat terus menonjolkan karakeristik dakwah ‘Aisyiyah yang menerminkan nilai-nilai rahmah, amanah, dan maslahah.
“Itu bisa menjadi salah satu pancaran nilai dakwah ‘Aisyiyah di ruang publik yang mencerminkan semangat perempuan berkemajuan di ruang publik karena apa yang kita lakukan dan yakini harus menebar ramah dan kasih sayang di lingkungannya,” tandasnya.
ACC 2025 berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu, di mana para peserta dari seluruh Indonesia akan mendapatkan sejumlah materi perkaderan serta peningkatan ideologi Muhammadiyah.