"Melasti bermakna menghapus perbuatan buruk dan menyucikan jiwa-raga. Sementara Tawur Agung adalah bentuk bhuta yadnya untuk harmonisasi alam," ujarnya.
Wisnu menambahkan, perayaan ini menjadi momentum menumbuhkan cinta tanah air dan mengimplementasikan Pancasila.
BACA JUGA : Temui Direktur RS Bethesda, Wagub DIY Dorong Percontohan Pengelolaan Sampah Non Medis
BACA JUGA : Peringatan Hari Lahir Pancasila, Wagub DIY Bagikan Bendera ke Masyarakat
"Sebagai umat beragama dan warga negara, mari jaga harmonisasi dan toleransi dalam kebinekaan," imbuhnya.
Mengangkat tema nasional ‘Manawasewa Madawasewa, Mewujudkan Indonesia Emas 2045’, Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1947 tidak hanya menjadi momen introspeksi spiritual, tetapi juga penguatan gotong royong untuk mewujudkan Indonesia yang rukun dan maju.
Selain dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, Kegiatan Tawur Agung Kesanga juga dihadiri Menteri Agama RI Nasaruddin Umar.