Mengulik Ritual dan Tujuan Jamasan Pusaka Keraton Yogyakarta

Minggu 27-10-2024,09:18 WIB
Reporter : Dikana Alfina
Editor : Syamsul Falaq

Selain pusaka berwujud tosan aji, pusaka berwujud kereta juga dijamas. Setiap tahun hanya dua kereta pusaka yang akan mengikuti proses Jamasan Pusaka.

Pembersih pusaka kereta ini terbuka bagi masyarakat umum yang ingin menonton. Kereta yang rutin dijamas  adalah Kanjeng Nyai Jimat, kereta tertua yang dimiliki oleh Keraton Yogyakarta.

Kereta dibersihkan dengan cara diguyur menggunakan air yang dicampur dengan irisan jeruk nipis dan air bunga, kemudian dilap dengan potongan kain mori.

Bagian yang terbuat dari kaca digosok dengan spiritus, sedangkan yang terbuat dari kulit digosok dengan minyak kelapa. P roses ini dilaksanakan oleh para Abdi Dalem secara bersamaan sehingga tidak memakan banyak waktu. 

BACA JUGA : Mahasiswa Penyandang Disabilitas UPN Veteran Yogyakarta Dapat Beasiswa GOTA dari PT Pamapersada Nusantara

BACA JUGA : Satpol PP Pemkot Yogyakarta Tertibkan Ratusan APK Yang Melanggar Aturan

Jamasan kereta dilakukan dengan tidak mengguyur air, melainkan hanya  disikat dan dilap dengan kain basah. Proses jamasan ini dilakukan di halaman Bangsal Srimanganti.

3. Pusaka Pohon Beringin

Pusaka lainnya yang dijama adalah pusaka berwujud pohon beringin yang ada  tengah Alun-Alun Utara, Kiai Dewadaru dan Kiai Jayadaru dijamas dengan pemangkasan.  

Proses jamasan untuk pusaka ini adalah dengan pemangkasan terhadap pohon tersebut. Selain itu, pemangkasan ini juga  dilanjutkan terhadap pohon-pohon beringin lainnya yang mengelilingi Alun-Alun Utara.

Jamasan Pusaka untuk benda-benda pusaka lain dilakukan menyesuaikan dengan jenis pusaka tersebut.

BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Menghimbau Agar Masyarakat Tidak Tergiur Janji Bisa Loloskan Tes CPNS

BACA JUGA : Keistimewaan Kuliner Yogyakarta Legendaris, Gudeg Yu Djum yang Sudah Ada Sejak 1942

Setelah semua pusaka dibersihkan, maka pusaka dikembalikan ke tempat penyimpanan masing-masing. Setelah itu dilaksanakan upacara Sugengan sebagai penutup rangkaian jamasan pusaka.

Upacara yang dilaksanakan di Bangsal Prabayeksa dan dihadiri oleh kerabat keraton ini merupakan wujud rasa syukur atas terselenggaranya Jamasan Pusaka.

Dengan dibersihkan secara teratur tiap tahun, maka segala tanda kerusakan dapat diketahui sejak dini sehingga dapat ditangani segera.

Kategori :