Terus berjalan maka akan dijumpai semacam jeram mini yang aliran airnya lebih deras daripada sebelumnya.
Meskipun deras tetapi aliran tersebut masih aman untuk dilalui yang jelas pengunjung tetap harus berhati-hati agar jangan sampai terpeleset.
Selanjutnya perjalanan akan mulai meninggalkan sungai bawah tanah dan berbelok ke arah kiri. Tepat di belokan ini adalah tempat ditemukannya 2 arca emas pada tahun 1979 silam dan jika lurus maka ada lokasi bernama “Candi Sewu”.
Memang namanya adalah candi akan tetapi tempat tersebut bukanlah berisi candi pada umumnya melainkan berisi ribuan stalaktit yang sejak dulu diciptakan oleh alam.
Lokasi tersebut tidak dibuka untuk wisata untuk menjaga kelestarian stalaktit yang ada.
Perjalanan memang sudah tidak lagi melewati sungai bawah tanah akan tetapi bukan berarti pesona eksotisme Goa Seplawan sudah berakhir.
Rute selanjutnya melewati medan tanah berlumpur yang cukup licin jika harus dilalui dengan kaki.
Kondisi semakin sulit dengan medan yang sedikit miring.
Oleh karena itu alangkah beruntungnya pengunjung yang mengenakan sandal gunung karena membuat pijakan menjadi tidak licin.
Pesona keunikan Goa Seplawan setelah sungai bawah tanahnya dapat ditemukan beberapa puluh meter ke depan.
Keunikan kali ini terletak di langit-langit goa setinggi puluhan meter.
Terdapat ukiran berbentuk semacam telapak kaki di langit-langit tersebut.
Entah apa atau siapa yang telah membuat ukiran tersebut terlebih letaknya di langit-langit yang sulit untuk dijangkau.
Ujung dari perjalanan sudah semakin dekat usai melewati ukiran berentuk tangan di langit-langit tadi.
Rute masih sama seperti sebelumnya dengan dinding goa yang pesonanya tiada henti membuat kagum akan kekuatan alam di masa lampau sehingga terciptalah ukiran seperti itu.
Akhirnya tibalah perjalanan di ujung jalan.