Jadi Andalan di Dua Posisi, Deri Corfe Resmi Dilepas PSIM Jogja
PSIM Jogja resmi melepas pemain asing Deri Corfe usai berakhirnya musim 2025/26. Selama semusim, pemain asal Kanada itu mencatatkan 30 penampilan, tiga gol, dan satu assist untuk Laskar Mataram.--dok. PSIM
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Manajemen PSIM Jogja secara resmi mengumumkan perpisahan dengan pemain asingnya, Deri Corfe, setelah berakhirnya kompetisi musim 2025/26. Keputusan tersebut menandai berakhirnya kebersamaan sang pemain bersama Laskar Mataram selama satu musim penuh.
Pemain yang memiliki nama lengkap Deri Anthony Corfe itu menjadi salah satu bagian penting dalam skuad PSIM sepanjang gelaran BRI Super League 2025/26. Di bawah arahan pelatih kepala Jean-Paul Van Gastel, Deri kerap mendapat kepercayaan tampil baik sebagai starter maupun pemain pengganti.
Sepanjang musim, Deri mencatatkan 30 penampilan dari total 34 pertandingan resmi yang dijalani PSIM. Dari penampilannya tersebut, ia berhasil menyumbangkan tiga gol dan satu assist untuk Laskar Mataram.
Tak hanya itu, pemain asal Kanada tersebut juga menunjukkan kontribusi signifikan dalam permainan tim. Ia membukukan 469 operan sukses dari 546 percobaan operan sepanjang musim. Sementara dari 25 percobaan tembakan, sebanyak 12 di antaranya tepat mengarah ke gawang lawan.
BACA JUGA : PSIM Jogja Resmi Perpanjang Kontrak Jean-Paul Van Gastel, Bidik Papan Atas Super League 2026/2027
BACA JUGA : PSIM Jogja Tumbang 1-3 dari Arema FC, Jean-Paul Van Gastel Tetap Bangga Tutup Musim di Posisi 11
General Manager PSIM Jogja, Steven Sunny, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi yang diberikan Deri selama membela klub kebanggaan masyarakat Yogyakarta tersebut.
“Mewakili manajemen PSIM, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Deri Corfe. Selama satu musim bersama Laskar Mataram, ia berhasil menunjukkan profesionalitas dan etos kerja yang luar biasa, baik di dalam maupun luar lapangan,” ujar Steven melalui keterangan resmi klub, Rabu (10/6/2026).
Selama membela PSIM, Deri dikenal sebagai pemain serbaguna yang mampu bermain di lebih dari satu posisi. Pada paruh pertama musim, ia lebih banyak ditempatkan sebagai winger kiri. Namun memasuki putaran berikutnya, Deri juga beberapa kali dipercaya mengisi posisi penyerang tengah.
Menurut Steven, fleksibilitas tersebut menjadi salah satu nilai lebih yang dimiliki sang pemain.
BACA JUGA : Suporter Bentangkan Spanduk Mandala Krida di Laga PSIM, Ini Respons Liana Tasno dan Hasto Wardoyo
BACA JUGA : Lampu Stadion Mandala Krida Tunggu Izin KPK, PSIM Belum Pasti Pulang ke Jogja
“Deri juga cukup membantu tim karena bisa bermain dengan dua posisi sekaligus, yakni sebagai winger dan striker,” katanya.
Steven menambahkan bahwa meskipun kerja sama antara klub dan pemain harus berakhir, kontribusi Deri akan tetap menjadi bagian dari perjalanan PSIM musim ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: