JAKARTA (Disway Jogja) - Yang namanya rokok sudah sejak lama dikaitkan dengan risiko kanker paru-paru pada manusia.
Dan meski setiap perokok tau akan risiko ini, kebanyakan dari mereka kesulitan untuk meninggalkan kecintaan mereka akan menghisap rokok. Dan ketika jaman semakin canggih, keberadaan rokok elektik atau vape lalu mulai digemari oleh banyak orang, terlebih mereka generasi muda. Ada salah satu alasan mengapa lalu orang memilih vape ketimbang rokok tembakau, adalah karena klaim yang menyatakan bahwa rokok elektrik atau vape jauh lebih aman dibandingkan rokok berbasis tembakau. Pertanyaannya, apakah benar vape itu lebih aman jika bicara efek merokok terhadap kesehatan tubuh? Well, menurut ahli dalam sebuah artikel kesehatan di salah satu situ telemedicine ternama Tanah Air, klaim tersebut adalah sepenuhnya salah. Mengapa demikian, karena baik vape atau rokok tembakau, keduanya mampu meningkatkan risiko perokok terkena penyakit mematikan. Selain kanker paru-paru, tentunya adalah penyakit jantung. Namun yang kemudian membuat vape jadi lebih berbahaya dari rokok menurut ahli, adalah potensinya menyebabkan sebuah kondisi yang hanya dialami mereka pengguna vape. Nama kondisi ini adalah EVALI. EVALI adalah sebuah kondisi yang dialami pengisap vape, di mana muncul gejela seperti sesak napas, nyeri pada dada, selain keluhan batuk, pusing dan sakit kepala. Di AS, EVALI terbukti bertanggungjawab atas hilangnya puluhan nyawa. “Jadi, mana yang lebih sehat? Rokok elektrik atau rokok tembakau? Nah, dari berbagai pemaparan di atas, terlihat bahwa rokok elektrik dan rokok tembakau sama-sama berbahaya, baik dari segi kandungan maupun dampaknya bagi kesehatan,” bunyi sebuah artikel yang ditinjau oleh dr. Kevin Adrian, via Alodokter. Tidak Ada Kata Terlambat untuk Berhenti Merokok Anda seorang perokok, ingin berhenti merokok namun merasa nanggung karena sudah terlanjur lama merokok? Namun tahukah Anda bahwa tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok, demikian seperti disampaikan ahli. Mengapa demikian, karena ketika seseorang berhenti merokok silia mereka akan mulai beregenerasi, hanya dalam hitungan hari. Seperti dilansir Healthline, dalam hitungan minggu hingga bulan, silia akan kembali berfungsi seperti sedia kala. Mengapa silia penting, karena organel sel berbentuk seperti rambut ini, dapat menurunkan risiko Anda terkena penyakit yang berhubungan dengan paru-paru, seperti kanker paru-paru dan Penyakit Paru-paru Obstruktif Kronis (PPOK). Menariknya lagi menurut ahli, mereka yang 10 hingga 15 tahun terbebas dari jeratan rokok, dapat memangkas risiko kanker paru-paru, seperti halnya mereka yang tidak merokok sama sekali. (fin)Siapa Bilang Isap Vape Aman, Ini Efek Buruknya
Sabtu 30-07-2022,19:00 WIB
Editor : Wawan Setiawan
Kategori :
Terkait
Sabtu 30-07-2022,19:00 WIB
Siapa Bilang Isap Vape Aman, Ini Efek Buruknya
Selasa 12-07-2022,12:00 WIB
Catat! Ini Efek Buruk Isap Vape
Terpopuler
Kamis 30-07-2026,07:37 WIB
Update Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Surabaya 2026, Cek Daftar Harga Terbaru
Kamis 30-07-2026,08:16 WIB
Rekomendasi Kuliner Viral Malang Paling Hits lewat Kelezatan Otentik yang Bikin Ketagihan
Kamis 30-07-2026,10:42 WIB
Revitalisasi Drainase Kotagede, Pemkot Gelontorkan Rp3 Miliar Bangun Saluran Air Hujan dan Sumur Resapan
Kamis 30-07-2026,08:37 WIB
Sensasi Menjelajah Kebun Binatang di Malam Hari, Cek Harga Tiket dan Cara Pesannya
Kamis 30-07-2026,07:16 WIB
Budget Liburan Seru di Puncak di Go Luge, Cek Syarat dan Cara Reservasi Terbarunya
Terkini
Kamis 30-07-2026,19:29 WIB
22 Kecelakaan Wisata Terjadi di Pantai Gunungkidul, Rescue Istimewa Bakal Dilengkapi Jet Ski
Kamis 30-07-2026,19:27 WIB
DIY Miliki Dua Taman Makam Pahlawan dan Satu Taman Makam Pejuang 45, Apa Bedanya?
Kamis 30-07-2026,18:12 WIB
Penyidikan Little Aresha Berlanjut, Wali Murid Desak Polisi Tetapkan Tokoh Struktural Sebagai Tersangka
Kamis 30-07-2026,18:11 WIB
Edukasi Reproduksi di SMA Dinilai Mendesak, Konselor Sebaya Jadi Kunci Cegah Pergaulan Berisiko
Kamis 30-07-2026,18:10 WIB