Soal Pernyataan Prabowo tentang Pakar, Haedar Nashir Tekankan Pentingnya Keilmuan Berbasis Ilmu dan Data

Soal Pernyataan Prabowo tentang Pakar, Haedar Nashir Tekankan Pentingnya Keilmuan Berbasis Ilmu dan Data

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menanggapi pernyataan Prabowo soal pakar dengan menegaskan Indonesia membutuhkan ahli yang berbasis ilmu, data, objektif, dan mampu menawarkan solusi.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyinggung "pakar-pakar yang saking pintarnya jadi goblok". 

Menurut Haedar, Indonesia membutuhkan para pakar yang memiliki kapasitas keilmuan, analisis yang tajam, objektif, dan mampu menawarkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.

“Ya mungkin ada pakar yang tidak punya kriteria yang kapabel, tingkat tinggi, tetapi pada umumnya pakar-pakar itu berbasis ilmu, berbasis data, sehingga Indonesia ini memerlukan banyak unsur dan elemen,” kata Haedar saat ditemui di SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (19/9/2026).

Haedar menilai setiap elemen masyarakat memiliki peran masing-masing dalam pembangunan bangsa, mulai dari pejabat, politisi, pelaku ekonomi, tokoh agama, hingga para pakar.

BACA JUGA : Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Pakar UMY Soroti Risiko KKN dan Profesionalisme

BACA JUGA : Pakar HI UMY Nilai Diplomasi Prabowo Terjebak FOMO dan Narasi Antek Asing

Menurutnya, keberadaan pakar tetap penting karena dapat membantu menjelaskan persoalan, menganalisis situasi, sekaligus memberikan alternatif solusi terhadap berbagai tantangan kehidupan.

“Ada pejabat, ada politisi, ada ekonom atau pelaku ekonomi, ada ustaz, ada kiai, pendeta. Tapi ada juga pakar yang memang bisa menerangkan sesuatu, menganalisis sesuatu, dan bahkan bisa menawarkan solusi atas kerumitan berbagai aspek kehidupan,” ujarnya.

Selain menegaskan pentingnya peran pakar, Haedar juga mengingatkan kalangan akademisi dan ahli agar terus menjaga kualitas keilmuan sehingga kepercayaan publik tetap terpelihara.

Ia menilai seorang pakar perlu memiliki penguasaan ilmu yang mendalam, analisis yang objektif, serta mampu menghadirkan solusi yang dapat dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA : AJI Yogyakarta: Pernyataan 'Londo Ireng' Presiden Prabowo Cerminkan Nuansa Orde Baru di Era Internet

BACA JUGA : Aksi Teatrikal ‘Londo Ireng’ di UGM, Desak Presiden Prabowo Subianto Minta Maaf

“Saya juga menghimbau kepada para pakar untuk betul-betul jadilah pakar yang ilmunya mendalam, analisisnya tajam, objektif, dan bisa menawarkan solusi sehingga terjadi trust terhadap setiap pakar,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan tersebut saat memberikan sambutan dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait