Bukan Sekadar Hobi, Dokter Ungkap Resep Sehat Lewat Dance 15 Menit

Bukan Sekadar Hobi, Dokter Ungkap Resep Sehat Lewat Dance 15 Menit

Dokter Olahraga dr. Ikhwan Zein (kanan) mengungkap dance 15 menit sehari dapat menjadi awal membangun gaya hidup sehat. Pesan itu disampaikan jelang Grand Final POTEK Dance Fest 2026 di Prambanan, Sleman.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Dance selama 15 menit sehari bisa menjadi langkah sederhana untuk membangun gaya hidup sehat, terutama bagi anak muda yang sulit konsisten berolahraga. 

Dokter Olahraga sekaligus Health Influencer, dr. Ikhwan Zein, menjelaskan bahwa aktivitas fisik tidak harus selalu dimulai dari olahraga berat. Memilih aktivitas yang menyenangkan seperti dance justru dapat menjadi pintu masuk agar tubuh terbiasa bergerak secara konsisten.

"Dance dapat menjadi salah satu bentuk aktivitas fisik yang menyenangkan karena di dalamnya terdapat gerakan yang melibatkan berbagai bagian tubuh," ungkap dr. Ikhwan dalam konferensi pers Potek Dance Fest 2026 di Amaranta Prambanan, Sleman, Jumat (28/8/2026) malam.

Menurutnya, jika dilakukan secara rutin dengan durasi dan intensitas yang sesuai kemampuan, dance dapat membantu meningkatkan kerja sistem kardiorespirasi atau fungsi jantung, paru-paru, dan sirkulasi tubuh.

BACA JUGA:Dokter Ungkap Alasan Anak Laki-laki Harus Ikut Imunisasi HPV Mulai Tahun Ini

BACA JUGA:Sri Sultan Sebut Neurorehabilitasi Sebagai Wujud 'Nguwongke' dalam Kemajuan Teknologi Digital Kedokteran

Dalam sesi diskusi, dr. Ikhwan mengacu pada rekomendasi World Health Organization (WHO) yang menganjurkan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150 menit per minggu atau aktivitas intensitas tinggi selama 75 menit per minggu.

Artinya, sesi dance sekitar 15 menit yang dilakukan empat hingga lima kali dalam seminggu sudah dapat menjadi awal yang baik untuk membangun kebiasaan aktif.

"Kalau Anda berolahraga dengan intensitas agak tinggi, 75 menit per minggu itu kira-kira 15 menit dikalikan empat sampai lima kali sudah masuk rekomendasi," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa olahraga aerobik bahkan dapat dipecah menjadi sesi minimal 10 menit selama gerakannya bersifat repetitif, ritmis, dan melibatkan otot-otot besar.

BACA JUGA:Sound Horeg Ancam Pendengaran Permanen, Dokter THT UMY Beri Peringatan Keras

BACA JUGA:Giliran Warga Desa Sengon Jadi Sasaran 4 Dokter Speling, Perluas Akses Layanan Kesehatan Bagi Masyarakat

"Minimal 10 menit sudah bisa dikatakan olahraga aerobik," katanya.

Selain rutin bergerak, dr. Ikhwan menekankan pentingnya pemulihan atau recovery agar tubuh tetap bugar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: