Tak Ada Pelarangan JLFR, Pemda DIY Minta Pesepeda Tertib di Malioboro

Tak Ada Pelarangan JLFR, Pemda DIY Minta Pesepeda Tertib di Malioboro

Polisi mendorong pelaksanaan Jogja Last Friday Ride (JLFR) digelar serentak di daerah untuk mengurangi kepadatan Kota Yogyakarta pada Jumat 26 Desember 2025.--dok. JLFR

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memastikan penyelenggaraan Jogja Last Friday Ride (JLFR) tetap berlangsung seperti biasa pada Jumat terakhir setiap bulan. 

Pemerintah menegaskan tidak ada kebijakan pelarangan terhadap kegiatan bersepeda massal tersebut, termasuk saat melintasi kawasan Malioboro. Pemerintah hanya mengimbau agar ribuan peserta tetap tertib berlalu lintas dan menghormati hak pengguna jalan lainnya.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, mengatakan isu yang menyebut pemerintah melarang pesepeda memasuki Malioboro tidak benar. Menurutnya, seluruh pengguna jalan memiliki hak yang sama untuk menggunakan ruang publik.

"Jadi kalau anggapannya kami melarang itu, tidak benar, karena semuanya punya hak yang sama. Tetapi bagaimana kita juga memberikan hak kepada pengguna jalan yang lain. Semuanya harus berbagi tempat dan saling menghargai," ujar Erni dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).

BACA JUGA : Soal JLFR, Dishub Jogja Minta Pesepeda Hormati Pengguna Jalan Lain

BACA JUGA : Kartini Bersepeda Lagi, Perempuan Jogja Rayakan Emansipasi dengan Onthel di Sumbu Filosofi

Ia menjelaskan, penertiban yang dilakukan terhadap peserta JLFR pada akhir Juni lalu semata-mata untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas saat puncak libur sekolah, bukan sebagai bentuk pelarangan kegiatan bersepeda.

Menurut Erni, Jalan Malioboro memiliki kapasitas yang terbatas. Karena itu, apabila ribuan pesepeda memenuhi badan jalan secara bersamaan, dikhawatirkan dapat mengganggu mobilitas masyarakat lainnya.

"Kami berharap penyelenggaraan JLFR akhir Juli nanti tetap tertib dan mengindahkan aturan lalu lintas. Jangan sampai tidak menaati, karena kalau satu titik macet, semuanya bisa terdampak," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memastikan Pemkot bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tidak akan menerapkan pengamanan secara berlebihan saat pelaksanaan JLFR pada 31 Juli 2026.

BACA JUGA : JLFR 26 Desember, Polisi Imbau Digelar Serentak di Daerah untuk Kurangi Kepadatan Jogja

BACA JUGA : Siswa Jogja Bakal Dilarang Naik Motor ke Sekolah? Wali Kota Hasto Siapkan Aturan Siswa Wajib Naik Sepeda

Sebaliknya, pemerintah akan mengedepankan pendekatan persuasif dengan mendampingi para peserta selama kegiatan berlangsung.

"Pemerintah kota bersama Forkopimda menerima dengan baik penyelenggaraan JLFR. Tidak ada masalah, tidak ada pelarangan, tidak ada skema pengamanan yang khusus. Yang jelas kita akan lebih banyak membersamai mereka," tutur Hasto.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait