Gunung Merapi Erupsi Lagi Malam Senin, Awan Panas Guguran Meluncur 2 Km ke Barat

Gunung Merapi Erupsi Lagi Malam Senin, Awan Panas Guguran Meluncur 2 Km ke Barat

Gunung Merapi kembali mengalami awan panas guguran pada Minggu (17/5/2026) malam. BPPTKG mencatat luncuran sejauh 2 kilometer ke arah Kali Sat/Putih dan mengimbau masyarakat menjauhi kawasan rawan bencana.--dok. BPPTKG

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gunung Merapi kembali mengalami awan panas guguran pada Minggu (17/5/2026) malam. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas meluncur sejauh 2.000 meter ke arah barat melalui hulu Kali Sat/Putih.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, melalui keterangan tertulis menyebutkan peristiwa tersebut terjadi pukul 19.20 WIB.

“Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada Minggu, 17 Mei 2026 pukul 19.20 WIB dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter, amplitudo maksimum 68,37 mm, durasi 146,36 detik mengarah ke barat atau Kali Sat/Putih,” ujar Agus.

BPPTKG kembali mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana.

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Gunung Merapi Terjadi Sore Ini, Ini Penjelasan BPPTKG

BACA JUGA :  Pendakian Ilegal Gunung Merapi Marak, Balai TNGM Catat 60 Pendaki Terjaring

“Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi,” katanya.

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, kondisi cuaca di sekitar puncak terpantau berawan hingga cerah dengan angin tenang mengarah ke timur.

Suhu udara tercatat berkisar antara 18,5 hingga 20,1 derajat Celsius dengan kelembaban 90,6–91 persen. Secara visual, puncak Merapi terpantau jelas tanpa asap kawah.

Dari sisi kegempaan, BPPTKG mencatat satu kali awan panas guguran dengan amplitudo 68 mm dan durasi 146,36 detik.

BACA JUGA :  BPPTKG Catat Awan Panas Guguran 2 Kilometer Gunung Merapi Kamis Dini Hari

BACA JUGA :  Merapi Erupsi Efusif, BPPTKG Catat 3 Awan Panas Guguran Sepekan

Selain itu, tercatat 41 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–35 mm, tujuh kali gempa hybrid atau fase banyak, serta satu gempa tektonik jauh.

BPPTKG juga mengamati satu kali awan panas guguran ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: