TBC Gunungkidul Baru Terungkap 43 Persen, Kasus Tersembunyi Masih Mengintai

TBC Gunungkidul Baru Terungkap 43 Persen, Kasus Tersembunyi Masih Mengintai

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, meninjau langsung pelaksanaan pemeriksaan TBC metode ACF di Puskesmas Karangmojo II, memastikan deteksi dini berjalan optimal.--Foto: Humas UGM

GUNUNGKIDUL, diswayjogja.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mengakui capaian penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) di wilayahnya masih jauh dari target.

Hingga saat ini, temuan kasus baru mencapai 43 persen dari estimasi total kasus yang seharusnya terdeteksi.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan serius dalam upaya pengendalian penyakit menular tersebut.

“Penemuan kasus TBC di Gunungkidul saat ini baru mencapai 43 persen dari estimasi kasus yang ditargetkan,” katanya, Senin (13/4/2026). 

Menurutnya, rendahnya capaian ini menunjukkan masih banyak kasus TBC di masyarakat yang belum terdeteksi. 

BACA JUGA : 429 Kasus TBC Terdeteksi, Dinges Kulon Progo Masih Kejar Ratusan Kasus Tersembunyi

BACA JUGA : Wamenkes: Jogja Jadi Contoh Penanganan TBC Berbasis Kolaborasi Lintas Sektor

Hal ini berpotensi memperbesar risiko penularan jika tidak segera ditangani secara menyeluruh.

Selama ini, penemuan kasus TBC lebih banyak mengandalkan metode passive case finding, yakni menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Namun, pendekatan tersebut dinilai belum cukup efektif untuk menjangkau seluruh penderita.

“ACF ini melengkapi metode passive case finding yang selama ini dilakukan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, melalui metode active case finding (ACF), petugas kesehatan dapat secara aktif mendatangi masyarakat untuk melakukan skrining dan pemeriksaan dini. 

Strategi ini dinilai mampu mempercepat penemuan kasus sekaligus mencegah penularan lebih luas.

BACA JUGA : TBC Masih Mengganas, 1.161 Kasus Ternotifikasi di Kota Yogyakarta Sepanjang 2025

BACA JUGA : Kasus Retribusi Viral Diselidiki, Pemkab Gunungkidul Siapkan E-Money untuk Retribusi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: