Cegah Peredaran Daging Glonggongan dan Ayam Tiren, Pemkab Brebes Perketat Pengawasan Pangan Hewan
DAGING - Tim Kesmavet DPKH Brebes meninjau langsung kondisi daging sapi yang dijual di pasar tradisional dan modern.-Syamsul Falaq/ RATEG-
BREBES, diswayjogja.id - Mencegah sekaligus mengantisipasi peredaran daging glonggongan dan ayam tiren, Pemerintah Kabupaten Brebes terus memperketat pengawasan Pangan Asal Hewan.
Bahkan, tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan kota bawang menerjunkan tim untuk blusukan ke semua pasar tradisional dan modern.
Tujuannya, menjamin keamanan pangan asal hewan yang sudah menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Kepala DPKH Brebes Ismu Subroto menyampaikan, Pengawasan Peredaran Pangan Asal Hewan (PAH) dan Pemantauan Harga menjadi komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat sebagai konsumen.
Terutama, memperoleh pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH), sekaligus untuk memastikan ketersediaan serta keterjangkauan harga bahan pangan yang banyak dikonsumsi.
BACA JUGA : Sambut Mudik Lebaran, Dinkesda Brebes Siagakan 35 Pos Layanan Kesehatan Pada Semua Titik Jalur Mudik
BACA JUGA : Cegah Peredaran Makanan Tak Laik Konsumsi, Pengawas Terpadu Kabupaten Brebes Blusukan Pasar Tradisional
"Pengawasan dan pemeriksaan pangan asal hewan, dilakukan ke semua pasar tradisional dan modern. Termasuk, mengecek kondisi fisik daging serta kondisi sarpras yang digunakan pedagang," jelasnya, Minggu (15/3).
Pelaksanaan pengawasan dan pemantauan, lanjut Ismu, sudah digelar sejak pekan kedua Ramadan. Sasarannya, Pasar Induk Jatibarang, ABO Meat Shop Bulakamba, Toserba Mutiara Cahaya Brebes dan TPU TCB Bulakamba.
Termasuk, beberapa pasar tradisional dan modern seperti Pasar Kodim Brebes, Pasar Ketanggungan, Pasar Induk Bumiayu, Pasar Seng, Toserba Yogya dan lainnya.
"Komoditas Pangan Asal Hewan yang menjadi fokus pemeriksaan, seperti daging sapi, daging domba/kambing, daging ayam, telur, dan produk olahan lainnya yang dijual ke konsumen," ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Budi Santosa menuturkan, selain mengecek kondisi fisik pemantauan kondisi kebersihan lapak penjualan juga dilakukan. Meliputi, cara penanganan produk oleh pedagang, serta rantai distribusi produk pangan yang beredar di pasaran.
BACA JUGA : Tim Mobil Kimia UGM Melaju ke Kompetisi Internasional di Boston pada November 2025
BACA JUGA : Stok Bahan Pokok di Kota Yogyakarta Surplus Jelang Idulfitri, Beras hingga Telur Dipastikan Aman
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: