Muhammadiyah Kecam Serangan ke Iran, Desak PBB Beri Sanksi dan Dorong Dialog Damai Timur Tengah

Muhammadiyah Kecam Serangan ke Iran, Desak PBB Beri Sanksi dan Dorong Dialog Damai Timur Tengah

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhamadiyah, Haedar Nashir (dua dari kanan), dalam konferensi pers di Kantor PP Muhammadiyah, Cik Di Tiro, Kota Yogyakarta, Rabu (12/2/2025).--Foto: Anam AK/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, Israel, serta sejumlah negara Arab.

Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, menyampaikan duka cita atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta korban lain akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke Republik Islam Iran.

“Kami menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan korban lainnya yang menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel ke Republik Islam Iran,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).

Belasungkawa juga disampaikan bagi korban serangan balasan Iran di beberapa negara Arab. Muhammadiyah mengecam keras serangan tersebut dan menilainya sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia serta hukum internasional.

BACA JUGA : UGM Kritik Perjanjian ART Indonesia–Amerika, Berpotensi Langgar Konstitusi dan Ancam Kedaulatan Negara

BACA JUGA : Xanana Gusmão Minta ASEAN Dorong Dialog untuk Redam Konflik Kamboja–Thailand

“Kami mengecam dengan sangat serangan tersebut dan memandangnya sebagai pelanggaran atas Hak-Hak Asasi Manusia, hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujarnya.

Organisasi Islam tersebut mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memberikan sanksi tegas kepada Amerika Serikat dan Israel atas pelanggaran yang terjadi.

Muhammadiyah juga mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersama PBB untuk mengambil langkah konkret mengakhiri genosida terhadap bangsa Palestina serta menghentikan segala bentuk kekerasan di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, Muhammadiyah mengimbau Iran dan negara-negara Arab untuk menahan diri dan tidak memperluas konflik antar sesama anggota OKI.

BACA JUGA : Konflik Thailand-Kamboja, Presiden Timor Leste Ramos Horta: Kita Kuat Jika Bersatu

BACA JUGA : Membongkar Jejak Masa Lalu Militer dan Perang Dunia II di Simeulue, Cek Informasi Lengkapnya Disini

“Iran maupun negara-negara Arab saling menahan diri dan mengedepankan dialog untuk tidak terlibat konflik lebih jauh,” tuturnya.

Muhammadiyah juga mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait