Membangun Masa Depan dari Akar Rumput, Ini Inovasi Tata Kelola Desa Berbasis Data di Cilacap
Program latihan peningkatan kompetensi perangkat desa dari PT Sumber Segara Primadaya (S2P)--
diswayjogja.id – Di era transformasi digital seperti saat ini, tata kelola pemerintahan desa tidak lagi bisa dijalankan hanya dengan mengandalkan kebiasaan lama. Tuntutan masyarakat akan layanan publik yang serba cepat, transparan, dan akurat kini menjadi standar baru. Namun, realitanya banyak desa yang masih terjebak dalam tumpukan administrasi manual yang rumit dan perencanaan pembangunan yang sering kali meleset dari sasaran akibat lemahnya basis data.
Pembangunan desa yang berkelanjutan membutuhkan fondasi yang kokoh, dan fondasi tersebut adalah data. Tanpa angka dan fakta yang valid, anggaran desa yang besar berisiko terbuang sia-sia pada proyek yang tidak dibutuhkan warga. Melalui program ini, PT S2P berupaya mengubah paradigma perangkat desa dari sekadar "pelayan administratif" menjadi "manajer pembangunan" yang berbasis bukti (evidence-based policy).
PT Sumber Segara Primadaya (S2P) – PLTU Cilacap--
Inspirasi "Desa Cantik" Sijenggung
Program ini melibatkan perangkat desa dari tiga wilayah strategis, yakni Desa Menganti, Karangkandri, dan Slarang. Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah studi banding ke Desa Sijenggung, sebuah wilayah yang telah diakui secara nasional atas prestasinya dalam menerapkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).
Di Desa Sijenggung, para peserta tidak hanya duduk mendengarkan teori, tetapi terjun langsung melihat bagaimana digitalisasi data mampu memangkas birokrasi yang berbelit. Beberapa poin penting yang dipelajari meliputi:
BACA JUGA : Sambut Long Weekend Isra’ Mi’raj, KAI Daop 6 Yogyakararta Operasikan KA Tambahan
BACA JUGA : Dirut Angkasa Pura Indonesia Temui Sri Sultan, Bahas Penguatan Konektivitas dan Peluang Open Sky di YIA
Implementasi Sistem Informasi Desa (SID)
Bagaimana data kependudukan, profil kemiskinan, hingga potensi ekonomi lokal diintegrasikan ke dalam satu platform digital.
Akurasi Data Kelompok Rentan: Memastikan bantuan sosial dan program pemberdayaan tepat sasaran dengan peta data yang selalu diperbarui.
Integrasi SDGs Desa
Mengaitkan setiap langkah pembangunan dengan indikator tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) tingkat desa.
Melalui Focus Group Discussion (FGD), para peserta didorong untuk menyusun rencana aksi nyata yang akan diimplementasikan di desa masing-masing. Antusiasme terlihat jelas saat para perangkat desa mulai merancang alur kerja digital yang lebih rapi, aman, dan mudah diakses oleh publik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: