Love Scam Dikendalikan dari Cina di Jogja, Pekerja Hanya Modal Bahasa Inggris

Love Scam Dikendalikan dari Cina di Jogja, Pekerja Hanya Modal Bahasa Inggris

Kasus love scam jaringan internasional terbongkar di Yogyakarta, dikendalikan dari Cina dengan pekerja lokal hanya bermodal bahasa Inggris. Polisi ungkap modus penipuan online dalam konferensi pers, Rabu (7/1/2026).--Foto: Anam AK/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Kepolisian mengungkap fakta terkait praktik penipuan daring bermodus love scam yang beroperasi di Yogyakarta. 

Jaringan ini diketahui dikendalikan oleh pihak dari Cina, sementara para pekerja di Indonesia direkrut dengan syarat yang tergolong sederhana, yakni hanya mampu berbahasa Inggris.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menjelaskan bahwa dalam proses rekrutmen, perusahaan tidak mensyaratkan kemampuan khusus selain komunikasi bahasa Inggris.

“Termasuk simpel, hanya bisa berbahasa Inggris saja syaratnya,” ujar Riski di Mapolresta Yogyakarta, Rabu (7/1/2026). 

BACA JUGA : Kantor di Jalan Gito Gati Sleman Jadi Sarang Love Scamming Internasional, Polisi Tetapkan 6 Tersangka

BACA JUGA : Omzet Love Scamming di Sleman Tembus Puluhan Miliar per Bulan, Polisi Ungkap Skema dan Alur Konten Porno

Riski mengungkapkan, berdasarkan keterangan CEO atau pemilik operasional di Indonesia, pemilihan modus love scam dilakukan karena tawaran langsung dari pihak Cina yang melihat peluang besar dari jenis penipuan tersebut.

“Menurut yang bersangkutan, ini yang ditawarkan oleh pelaku dari Cina. Ada peluang, sehingga mereka melakukan kerja sama,” katanya.

Dalam praktiknya, para pelaku menggunakan aplikasi percakapan ilegal yang tidak tersedia secara resmi di Play Store Indonesia. Salah satu aplikasi yang terdeteksi bernama Nayo, namun aplikasi tersebut tidak bisa diakses di Indonesia dan merupakan hasil kloning dari aplikasi asing.

“Kalau di Play Store ada namanya Nayo, tapi setelah diklik muncul keterangan tidak tersedia di negara. Itu kloningan dari aplikasi chat luar negeri,” terang Riski.

BACA JUGA : Rumah Kontrakan di Jalan Gito Gati Sleman Digerebek Polisi, Ketua RW Sebut Aktivitas Tertutup Hampir Setahun

BACA JUGA : Supervisor Fitness Sleman Digerebek Polisi, Rp15 Juta dan Handphone Perusahaan Raib

Terkait aliran keuntungan, CEO di Indonesia disebut hanya mengambil potongan dari gaji karyawan. Berdasarkan keterangan sementara, CEO berperan sebagai penyedia outsourcing dan menerima gaji Rp4,5 juta per bulan. Dari jumlah tersebut, Rp3,5 juta dibayarkan kepada karyawan, sementara sisanya sebesar Rp750 ribu menjadi bagian CEO.

“Namun ini masih kami dalami, terutama soal aliran dana. Kami akan follow the money,” tegas Riski.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: