Menilik Kekayaan Buah Tangan dari Yogyakarta Selain Bakpia

Menilik Kekayaan Buah Tangan dari Yogyakarta Selain Bakpia

Geplak--

diswayjogja.id – Yogyakarta selalu punya cara unik untuk menjerat rindu para pelancongnya. Kota yang kental dengan nuansa tradisional ini seolah tidak pernah kehabisan daya tarik, mulai dari keramahan penduduknya hingga deretan destinasi wisata yang sarat akan nilai sejarah. Namun, perjalanan ke Yogyakarta rasanya belum dianggap paripurna jika kita pulang dengan tangan hampa tanpa membawa buah tangan untuk kerabat atau keluarga di rumah. Selama ini, bakpia telah mendominasi daftar belanjaan wisatawan sebagai oleh-oleh nomor satu, hingga terkadang kita lupa bahwa Jogja memiliki khazanah kuliner lain yang tak kalah istimewa.

Daya tarik utama oleh-oleh asal Yogyakarta sebenarnya terletak pada filosofi dan proses pembuatannya yang masih memegang teguh tradisi. Di setiap gigitan penganan lokal, terselip cerita tentang ketekunan perajinnya dan kekayaan sumber daya alam setempat. Dari camilan manis yang berwarna-warni hingga minuman rempah yang menghangatkan, variasi produk lokal ini menawarkan pengalaman sensorik yang berbeda-beda. Mengeksplorasi oleh-oleh selain bakpia bukan hanya tentang mencari variasi rasa, tetapi juga tentang memberikan apresiasi terhadap keberagaman budaya kuliner yang ada di Tanah Mataram.

Banyak wisatawan yang mungkin merasa jenuh atau sekadar ingin mencari sesuatu yang baru setelah berkali-kali mengunjungi Kota Pelajar ini. Seringkali, pilihan jatuh kembali ke bakpia hanya karena kurangnya informasi mengenai produk lain yang juga praktis untuk dibawa bepergian jauh. Padahal, dengan kemajuan teknologi pengemasan saat ini, banyak makanan tradisional Jogja yang dulunya hanya bisa disantap di tempat, kini telah bertransformasi menjadi produk yang tahan lama tanpa mengurangi keautentikan rasanya. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi para petualang kuliner yang ingin berbagi kelezatan Jogja dengan orang tersayang.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenal lebih jauh apa saja harta karun kuliner Yogyakarta yang layak masuk ke dalam tas jinjing kita sebelum meninggalkan stasiun atau bandara. Berikut adalah ulasan komprehensif mengenai berbagai jenis oleh-oleh khas Yogyakarta—mulai dari hidangan berat yang dikalengkan hingga cokelat premium kelas dunia—yang akan membuktikan bahwa Jogja adalah surga makanan yang jauh lebih luas dari sekadar sepotong bakpia.

BACA JUGA : Sejak 1950 Ini Daftar Destinasi Kuliner Legendaris dan Ikonik di Yogyakarta, Simak Informasi Selengkapnya

BACA JUGA :  Destinasi Kuliner Legendaris Yogyakarta yang Selalu Dirindukan, Cek Info Selengkapnya Disini

Gudeg

Gudeg telah lama bertengger sebagai raja kuliner di Yogyakarta. Makanan yang berbahan dasar nangka muda (gori) ini dimasak dengan teknik slow cooking selama berjam-jam menggunakan santan kental dan gula aren pilihan. Hasilnya adalah tekstur yang sangat empuk dengan dominasi rasa manis dan gurih yang meresap hingga ke serat terdalam. Biasanya, seporsi gudeg disajikan lengkap dengan nasi, ayam kampung, telur pindang, serta sambal goreng krecek yang pedas untuk menyeimbangkan rasa manisnya.

Dahulu, membawa gudeg sebagai oleh-oleh adalah tantangan besar karena makanan ini mudah basi jika menempuh perjalanan panjang. Namun, inovasi teknologi pangan di Jogja telah melahirkan "Gudeg Kaleng" dan "Gudeg Frozen". Merek-merek ternama seperti Gudeg Yu Djum, Gudeg Sagan, hingga Gudeg Mbah Lindu kini menyediakan varian kaleng yang bisa bertahan hingga satu tahun tanpa bahan pengawet kimia berbahaya. Inovasi ini memungkinkan Anda membawa cita rasa warung gudeg legendaris ke meja makan rumah Anda di luar kota dengan sangat praktis.

Geplak

Jajanan ini sangat mudah dikenali karena tampilannya yang mencolok dengan warna-warna cerah seperti hijau, kuning, merah muda, dan putih. Geplak terbuat dari campuran parutan kelapa dan gula pasir atau gula jawa yang dimasak hingga kalis, kemudian dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil yang menggiurkan.

Tekstur geplak yang sedikit kasar dari parutan kelapa namun kenyal saat dikunyah memberikan sensasi makan yang unik. Rasanya yang sangat manis menjadikannya teman yang sempurna saat menyeruput teh pahit atau kopi di sore hari. Karena tampilannya yang cantik dan harganya yang sangat ekonomis, geplak sering kali menjadi pilihan favorit wisatawan untuk diberikan kepada anak-anak atau sebagai pelengkap hidangan di meja tamu. Anda bisa menemukannya dengan mudah di pasar tradisional maupun pusat oleh-oleh di sepanjang Jalan Solo atau kawasan Mataram.

Wedang Uwuh

Meski namanya terdengar unik “uwuh" dalam bahasa Jawa berarti sampah minuman ini sama sekali bukan berasal dari limbah. Nama tersebut diambil karena tampilan rempahnya yang berantakan di dalam gelas menyerupai tumpukan daun kering. Berasal dari kawasan makam raja-raja di Imogiri, wedang uwuh adalah racikan herbal yang terdiri dari jahe, cengkih, kayu secang, kayu manis, dan daun pala.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait