Update Akses Jalur Citalahab dan Rute Alternatif Terbaru di Desa Wisata Malasari, Cek Info Selengkapnya Disini

Update Akses Jalur Citalahab dan Rute Alternatif Terbaru di Desa Wisata Malasari, Cek Info Selengkapnya Disini

Desa Wisata Malasari--

diswayjogja.id – Memasuki periode libur panjang perayaan Natal 2025 dan menyongsong pergantian tahun 2026, geliat pariwisata di wilayah Kabupaten Bogor mulai menunjukkan tren positif yang signifikan. Salah satu titik yang menjadi perhatian utama bagi para pencinta alam adalah kawasan Desa Malasari, Kecamatan Nanggung. Wilayah yang dikenal sebagai salah satu permata tersembunyi di Bogor Barat ini mulai dipadati oleh pelancong yang haus akan suasana asri pegunungan dan hijaunya hamparan perkebunan teh yang menenangkan jiwa.

Antusiasme publik tahun ini tercatat jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh tren wisata berbasis alam yang kian digemari pasca-pandemi. Keunikan Desa Malasari yang menawarkan perpaduan antara kearifan lokal, situs sejarah, hingga keindahan ekosistem hutan hujan tropis, menjadikannya pilihan utama bagi mereka yang ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk kemacetan jalur Puncak yang sudah melegenda. Tak heran jika reservasi penginapan dan area perkemahan di wilayah ini mulai terisi penuh sejak pertengahan Desember.

Pemerintah Kabupaten Bogor sendiri memang tengah gencar mempromosikan destinasi wisata di luar jalur utama Puncak untuk memecah konsentrasi massa. Desa Malasari, dengan segala potensi yang dimilikinya, menjadi ujung tombak dalam promosi wisata "The Heart of Bogor" tersebut. Namun, pesatnya peningkatan jumlah kunjungan ini juga membawa tantangan tersendiri, terutama terkait kesiapan infrastruktur jalan yang saat ini masih dalam tahap pembenahan serius demi kenyamanan jangka panjang para pelancong.

Penting bagi para calon wisatawan untuk memahami kondisi terkini di lapangan sebelum memacu kendaraan menuju kaki Gunung Halimun Salak. Meskipun sebagian besar destinasi di Malasari tetap beroperasi secara normal, terdapat beberapa titik vital yang sedang mengalami rekayasa akses akibat adanya proyek perbaikan infrastruktur. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai destinasi mana saja yang bisa dikunjungi, jalur mana yang ditutup, serta rute alternatif yang dapat ditempuh agar rencana liburan Anda tetap berjalan lancar.

BACA JUGA : No Boring, Ini Rekomendasi Main Air Paling Seru di Jakarta untuk Keluarga Cek Info Selengkapnya

BACA JUGA : Eksplorasi Pesisir Jakarta, Jelajahi Destinasi Pantai untuk Liburan Akhir Tahun

Lonjakan Wisatawan dan Daya Tarik Curug Kembar

Mengutip dari Antara, Sekretaris Desa Malasari, Uchu, mengonfirmasi bahwa saat ini arus masuk wisatawan sudah mulai terasa di gerbang-gerbang masuk desa. Menurut penjelasannya pada Sabtu (27/12/2025), para pelancong tidak hanya datang dari wilayah Bogor, tetapi juga dari Jakarta, Depok, dan Tangerang. Mayoritas dari mereka mengincar destinasi yang memiliki aksesibilitas mudah namun tetap menawarkan keindahan alam yang otentik.

Salah satu lokasi yang menjadi primadona mendadak adalah Curug Kembar yang terletak di Kampung Cisangu. Destinasi ini menjadi pelarian favorit karena lokasinya yang sangat mendukung untuk aktivitas luar ruangan seperti berkemah (camping) dan piknik keluarga. Aliran air yang jernih dan suasana hutan yang masih sangat terjaga menjadikan Curug Kembar sebagai opsi terbaik bagi mereka yang ingin tetap merasakan suasana Malasari tanpa harus terkendala oleh penutupan jalan di titik lainnya. Pihak desa mencatat adanya komunikasi intensif dari calon pengunjung yang ingin memastikan ketersediaan lahan parkir dan area tenda.

Informasi Penutupan Akses Jalur Citalahab dan Nirmala

Bagi Anda yang merencanakan kunjungan ke kawasan ikonik Citalahab dan perkebunan teh Nirmala, perlu diketahui adanya kebijakan penutupan jalan sementara. Jalur utama yang menghubungkan pusat desa menuju dua kawasan tersebut saat ini ditutup total bagi semua jenis kendaraan. Kebijakan ini mulai diberlakukan sejak tanggal 26 Desember dan direncanakan akan berakhir pada 6 Januari 2026 mendatang.

Alasan di balik penutupan ini adalah tahap finalisasi pembangunan jalan beton yang masih menyisakan sekitar 400 meter pengerjaan. Proyek ini merupakan kelanjutan dari program pengerasan jalan yang sudah dilakukan sebelumnya, dimulai dari area pabrik teh hingga menyambung ke ruas aspal yang lama. Pihak pengelola proyek dan pemerintah desa memutuskan untuk menutup total akses guna memastikan kualitas betonisasi maksimal dan tidak terganggu oleh beban kendaraan yang melintas selama proses pengeringan.

BACA JUGA : Dunia Peri Bawah Laut, Jakarta Aquarium Safari Sambut Nataru 2026 dengan Blissful Fairyland

BACA JUGA :  Mengisi Waktu Luang Menjelajahi Pesona Wisata Bandung yang Tak Pernah Pudar, Berikut Ulasan Selengkapnya

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: