Banjir Rendam Sanden Bantul, Warga Dievakuasi Saat Cuaca Ekstrem
Banjir merendam wilayah Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Sabtu (27/12/2025), akibat cuaca ekstrem yang melanda DIY, air sempat masuk rumah warga hingga setinggi pinggang dan memaksa dilakukan evakuasi. --Foto: Anam AK/diswayjogja.id
BANTUL, diswayjogja.id - Banjir merendam wilayah Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, di tengah cuaca ekstrem yang melanda Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (27/12/2025).
Sejumlah warga dilaporkan harus dievakuasi akibat genangan air yang mengganggu aktivitas dan membahayakan keselamatan.
Berdasarkan pantauan Disway Jogja, warga Celep, Bangeran, Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul, menceritakan bahwa air sampai masuk rumah sekitar Sabtu (27/12/2025) pukul 01.00 dini hari, ketinggiannya mulai dari lutut sampai setinggi pinggang orang dewasa.
Sementara hingga Sabtu siang, air setinggi mata kaki, beberapa pohon tumbang juga sudah mulai dibersihkan.
BACA JUGA : DIY Masih Diguyur Hujan, Longsor dan Pohon Tumbang Terjadi di Berbagai Wilayah
BACA JUGA : Cuaca Ekstrem Ancam Yogyakarta, BPBD Ingatkan Risiko Pohon Tumbang
Berdasarkan laporan Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD DIY, bencana akibat cuaca ekstrem di Kabupaten Bantul berdampak pada 88 titik yang tersebar di delapan kapanewon, yakni Imogiri, Kasihan, Dlingo, Kretek, Piyungan, Sanden, Sewon, dan Srandakan.
Dampak kerusakan meliputi 79 titik pohon tumbang, 39 titik akses jalan terdampak, 25 rumah rusak, gangguan jaringan listrik di 15 titik, serta satu titik banjir genangan. Selain itu, tercatat pula kejadian tanah longsor di delapan titik.
Khusus di Kapanewon Sanden, BPBD mencatat adanya evakuasi warga akibat banjir. Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan dan evakuasi berjalan aman, dengan arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat di lokasi terpantau kembali normal.
Kapolres Bantul, AKBP Novita Eka Sari, yang memimpin langsung pemantauan di lapangan mengungkapkan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam percepatan penanganan bencana, terutama saat cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir dan pohon tumbang.
BACA JUGA : Musim Hujan Mulai Intens, BPBD Yogyakarta Minta Warga Waspadai Banjir dan Pohon Tumbang
BACA JUGA : Pohon Tumbang di Samigaluh Timpa Pengendara, Warga Sedayu Meninggal Dunia
“Hari ini kita tidak hanya melakukan apel seremonial, tetapi langsung menerjunkan personel ke titik-titik rawan. Fokus utama kami adalah membantu masyarakat, termasuk melakukan evakuasi serta penanganan pohon tumbang yang berpotensi menghambat akses jalan dan membahayakan permukiman,” ujar AKBP Novita dalam keterangannya, Sabtu (27/12/2025).
Kegiatan lapangan tersebut melibatkan puluhan personel yang dibagi ke dalam empat tim untuk menyisir wilayah Kalurahan Srigading.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: