Telkom Tanam 500 Pohon di Lereng Merapi untuk Perkuat Hulu Sleman dan Kurangi Risiko Longsor
Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama perwakilan Telkom Indonesia menanam bibit pohon di kawasan Bukit Klangon, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Rabu (24/5/2025)--Foto: Humas Pemkab Sleman
SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman bersama PT Telkom Indonesia menggelar aksi penanaman ratusan bibit pohon di kawasan Bukit Klangon, Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, pada Rabu (24/5/2025).
Kegiatan yang dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya ini menjadi bagian dari program keberlanjutan Telkom Go Zero sebagai upaya mengatasi krisis iklim sekaligus memperkuat ekosistem hijau di wilayah lereng Merapi.
Senior Vice President Group Sustainability & Corporate Communication Telkom Indonesia, Ahmad Reza, mengatakan bahwa kegiatan penanaman pohon ini dirancang sebagai program jangka panjang yang selaras dengan target pemerintah menuju net-zero emissions pada 2060.
"Kegiatan ini merupakan program berkelanjutan serta aksi nyata Telkom Indonesia dalam menghadapi krisis iklim, sekaligus mendukung komitmen nasional untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060,” katanya.
Sebanyak 500 bibit pohon produktif ditanam pada kegiatan tersebut.
BACA JUGA : Pohon Natal Daur Ulang Warnai Perayaan Natal di Gereja Baciro
BACA JUGA : Angin Kencang Robohkan Puluhan Pohon di Sleman, Akses Pakem–Turi Sempat Terputus
Jenis tanaman yang dipilih meliputi pule, alpukat, matoa, dan sejumlah varietas lain yang dinilai adaptif terhadap kondisi lingkungan pegunungan serta memiliki manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat.
“Ada lima ratus bibit pohon produktif yang kita tanam pagi hari ini, seperti pule, alpukat, matoa, dan lainnya. Kami berharap kehadiran pohon-pohon ini dapat memperkuat tutupan lahan dan mencegah risiko bencana ekologis,” jelasnya.
Ia menambahkan, Telkom Indonesia melihat kawasan lereng Merapi sebagai ruang strategis untuk penguatan ketahanan lingkungan berbasis partisipasi warga.
Melalui sinergi pemerintah daerah, perusahaan, dan komunitas lokal, program rehabilitasi vegetasi diharapkan memberi dampak berkelanjutan.
"Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci. Upaya penghijauan ini tidak berhenti pada penanaman, tetapi juga pada perawatan dan pendampingan masyarakat agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
BACA JUGA : Kilau Magis Natal Dari Instalasi Pohon Terindah Jakarta Tahun 2025, Simak Ulasan Lengkapnya Disini
BACA JUGA : Cuaca Ekstrem Ancam Yogyakarta, BPBD Ingatkan Risiko Pohon Tumbang
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: