DPR Batalkan Pemotongan Danais 2026, Bupati Sleman: Syukur-Syukur Ditambah

DPR Batalkan Pemotongan Danais 2026, Bupati Sleman: Syukur-Syukur Ditambah

Bupati Sleman Harda Kiswaya menanggapi kepastian DPR RI bahwa Danais 2026 tetap Rp1 triliun, sembari berharap alokasi bisa ditambah untuk kebutuhan masyarakat.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

SLEMAN, kompas.id — DPR RI memastikan dana keistimewaan (danais) untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2026 tetap Rp1 triliun. 

Kepastian itu menjawab wacana sebelumnya bahwa alokasi danais akan dipangkas hingga setengahnya, menjadi Rp500 miliar.

Meski demikian, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY masih menunggu keputusan final yang akan ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut baik kepastian tersebut, sembari menekankan bahwa danais adalah instrumen vital bagi pembangunan daerah.

“Oh, insyaallah kami dan tentunya pemerintah kabupaten berupaya untuk menjelaskan ke pemerintah pusat agar dana yang dikucurkan melalui APBN bisa kembali seperti semula,” katanya saat ditemui di Sleman, Kamis (25/9/2025).

Menurutnya, danais merupakan sumber yang sangat penting, bukan hanya bagi Pemerintah Provinsi DIY, tetapi juga empat kabupaten dan satu kota. 

BACA JUGA : Bupati Sleman Kukuhkan Bunda Literasi, Budaya Membaca Harus Tumbuh dari Rumah

BACA JUGA : Danais DIY Tak Jadi Dipangkas, DPRD Bantul Sebut Penyelamat Identitas Keistimewaan Yogyakarta

Dana tersebut menopang berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk program pembangunan di bidang pendidikan, kebudayaan, hingga infrastruktur.

“Mudah-mudahan, ya,” ujarnya singkat dengan nada penuh harap.

Ia menegaskan, kebutuhan masyarakat DIY yang terus meningkat membuat dana keistimewaan sebesar Rp1 triliun sangat krusial. 

Jika sampai dipotong, lanjutnya, akan ada kesulitan besar dalam mendistribusikan dana di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Betul-betul dana itu diperlukan, baik oleh provinsi maupun 4 kabupaten dan 1 kota,” tegasnya.

Menurutnya, wacana pemotongan danais bukanlah langkah yang bijak. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: