Antisipasi Banjir, DPUPKP Kota Yogyakarta Tambah Sumur Resapan dan Normalisasi Sungai
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai melakukan normalisasi sungai, dengan menurunkan alat berat jenis excavator di Sungai Code, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Minggu (24/8/2025).--Foto: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Menghadapi datangnya musim hujan, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta terus melakukan berbagai langkah antisipatif untuk mengurangi risiko banjir dan genangan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penambahan sumur resapan di beberapa titik serta pembersihan saluran dan sungai.
Kepala DPUPKP Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penambahan sumber resapan air hujan di tiga titik utama, yakni di Jalan Kusumanagara, Jalan Parangtritis, dan Jalan A.M. Sangaji.
Penambahan sumur resapan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas saluran drainase, menjaga konservasi air tanah, dan mengurangi debit air yang langsung mengalir ke sungai.
BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Bakal Tambah Pemasangan 7 Trash Barrier di Empat Sungai
BACA JUGA : Puluhan Warga Lintas Agama Lakukan Bersih-bersih Bantaran Sungai Code
“Sumur resapan ini sangat penting agar air hujan bisa masuk terlebih dahulu ke dalam tanah, bukan langsung ke sungai. Harapannya, kapasitas saluran meningkat dan genangan bisa dikurangi,” ujar Umi dihubungi, Senin (15/9/2025).
Selain itu, DPUPKP juga bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kali Opak untuk melakukan normalisasi Sungai Code, yang sudah berjalan selama dua minggu terakhir.
Upaya ini ditujukan untuk memperbesar tampang basah sungai, sehingga aliran air saat hujan deras tidak meluap ke permukiman di kiri-kanan sungai.
Menanggapi titik-titik rawan banjir di kota Yogyakarta, seperti kawasan belakang Galleria Mall (Jalan Urip Sumoharjo) dan kampung Iromejan, Umi menjelaskan bahwa untuk kawasan Urip Sumoharjo, tahun ini masih difokuskan pada kegiatan pembersihan, sementara penanganan struktural akan dimulai pada tahun 2026.
BACA JUGA : Terjunkan Alat Berat, Normalisasi Sungai di Kota Yogyakarta Mulai Dilakukan
BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Bakal Turunkan Alat Berat untuk Bersihkan Sungai Code dan Winongo
Sementara itu, di kawasan Iromejan, saat ini sedang dilakukan pengadaan pintu air yang akan dipasang di sekitar jembatan guna mencegah luapan saat hujan lebat.
“Biasanya di jembatan kampung Iromejan itu banjir ketika hujan deras. Nanti akan kita pasangi pelat besi sebagai pintu air yang bisa dibuka-tutup. Ini sedang dipesan dan harapannya akhir bulan sudah bisa terpasang,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: